Filipina Serukan Penguatan Kerja Sama ASEAN–Rusia Lawan Ancaman Siber
- 19 Jun 2026 13:01 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. menyerukan penguatan kerja sama ASEAN–Rusia untuk menghadapi ancaman lintas negara seperti kejahatan siber, terorisme, dan keamanan maritim.
- Marcos menegaskan keamanan sebagai prioritas utama, diikuti penguatan kerja sama ekonomi, perdagangan, investasi, serta hubungan antarmasyarakat termasuk pendidikan dan kebudayaan.
- Ia mendorong pendekatan antisipatif terhadap ancaman serta memperkuat ketahanan pangan dan energi, sementara hubungan ASEAN–Rusia disebut terus berkembang meski belum mencapai potensi maksimal.
RRI.CO.ID, Kazan — Presiden Filipina, Ferdinand Marcos Jr., menyerukan peningkatan kerja sama yang lebih erat antara ASEAN dan Rusia. Seruan itu mencakup upaya bersama dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan lintas negara, termasuk kejahatan siber, terorisme, dan ancaman keamanan maritim.
Seruan tersebut disampaikan dalam KTT ASEAN–Rusia di Kazan, Rusia, yang juga dihadiri Presiden Rusia, Vladimir Putin. Dalam pidatonya, Marcos menekankan bahwa ancaman transnasional tidak mengenal batas negara, dilansir dari Anadolu, Jumat, 19 Juni 2026.
Karena itu, ia menyatakan bahwa diperlukan respons yang terkoordinasi dan melampaui kapasitas nasional masing-masing negara. Ia menegaskan bahwa kerja sama internasional menjadi kunci dalam menghadapi tantangan tersebut.
Marcos mengatakan bahwa keamanan harus menjadi prioritas utama dalam kemitraan ASEAN–Rusia. Hal tersebut disusul oleh penguatan kerja sama ekonomi serta peningkatan hubungan antarmasyarakat.
Ia secara khusus mendorong penguatan keamanan maritim, kerja sama kontra-terorisme, serta peningkatan ketahanan siber di kawasan. Marcos mengusulkan agar kedua pihak mengembangkan pendekatan yang lebih antisipatif dalam menghadapi ancaman, bukan hanya bereaksi setelah masalah terjadi.
Menurutnya, hal ini penting untuk memperkuat stabilitas kawasan dalam jangka panjang. Marcos menilai bahwa hubungan perdagangan dan investasi antara ASEAN dan Rusia telah berkembang, namun masih belum mencapai potensi maksimal.
Ia menyerukan peningkatan fasilitasi perdagangan, perluasan arus investasi, serta dukungan terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Data yang disampaikan dalam forum menunjukkan bahwa perdagangan kedua pihak meningkat sekitar 58 persen dalam satu dekade terakhir.
Selain sektor ekonomi dan keamanan, ia juga menyoroti pentingnya ketahanan pangan dan energi sebagai fondasi stabilitas kawasan. Marcos menekankan bahwa kedua sektor tersebut memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan regional.
Ia juga mendorong penguatan kerja sama di bidang pendidikan, termasuk pertukaran pelajar, beasiswa, pariwisata, dan kebudayaan. Menurutnya, hubungan antarmasyarakat akan menjadi fondasi paling berkelanjutan dalam memperkuat kemitraan ASEAN–Rusia.
Pernyataan Marcos disampaikan setelah Putin menegaskan pentingnya hubungan dengan Asia Tenggara sebagai faktor stabilitas di kawasan Asia-Pasifik. Hal itu disampaikan di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik global.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....