KBRI Tokyo dan IBC Sepakat Perkuat Kemitraan Ekonomi Indonesia–Jepang
- 18 Jun 2026 07:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Tokyo – Kedutaan Besar RI (KBRI) Tokyo dan Indonesian Business Council (IBC) sepakat untuk memperkuat kemitraan ekonomi Indonesia dan Jepang. Duta Besar RI untuk Jepang, Nurmala Kartini Sjahrir, menegaskan kerja sama tersebut harus berlandaskan saling ketergantungan dilandasi kepercayaan.
Menurut dia, kemitraan itu diperlukan di tengah ketegangan geopolitik, fragmentasi perdagangan, ketidakpastian energi, perubahan iklim, dan transformasi teknologi. “Solusinya bagi Indonesia dan Jepang bukanlah isolasi tetapi trusted interdependence,” ujarnya, Rabu 17 Juni 2026.
Kartini juga menyoroti komitmen kerja sama yang kembali ditegaskan saat kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang, Maret 2026. Menurut dia, kunjungan itu semakin memperkuat hubungan kedua negara menuju kerja sama yang lebih konkret dan berorientasi hasil.
“Indonesia memiliki sumber daya alam, mineral, tenaga kerja, serta posisi geopolitik yang strategis,” ujarnya. Sedangkan Jepang dinilai unggul dalam teknologi, pembiayaan, standar industri, dan disiplin produksi.
Kartini menegaskan kombinasi tersebut penting dalam membangun rantai nilai yang tangguh dan terdiversifikasi. Karena itu, pihaknya menggelar dialog bersama untuk mempertemukan pemangku kepentingan dari kedua negara.
Baik dari pemerintah, pelaku usaha, lembaga riset, akademisi, maupun organisasi internasional Indonesia dan Jepang. Sehingga diharapkan penguatan kemitraan Indonesia dan Jepang dapat diwujudkan di tengah meningkatnya tantangan geopolitik dan geoekonomi global.
Ketua Dewan Pengawas IBC, Arsjad Rasjid, menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah dan sektor swasta. Terutama dalam memperkuat ketahanan energi dan mobilitas talenta di kawasan Asia Pasifik.
Arsjad juga menyoroti inisiatif seperti ASEAN Regional Fuel Stockpiling Framework serta ASEAN Power Grid. “Ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan dan konektivitas energi regional,” ujarnya.
Arsjad berharap dialog yang intens dengan pihak Jepang menghasilkan sejumlah rekomendasi konkret. Terutama yang terkait keamanan energi, rantai pasok, mineral kritis, transisi energi, hingga dekarbonisasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....