Capai Kesepakatan Damai, AS Pastikan Iran Tidak Lanjutkan Senjata Nuklir
- 17 Jun 2026 17:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan Iran tidak akan diizinkan mengembangkan senjata nuklir dalam kesepakatan damai yang dicapai.
- Presiden Trump turut menepis spekulasi bahwa AS akan menginvestasikan dana ke Iran sebagai bagian dari perjanjian tersebut.
- Kemlu Swiss mengatakan upacara penandatanganan kesepakatan damai Iran dan AS akan berlangsung pada Jumat, 19 Juni 2026 di resor Bürgenstock dekat kota Luzern.
RRI.CO.ID, Evian-les-Bains - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan Iran tidak akan diizinkan mengembangkan senjata nuklir dalam kesepakatan damai yang dicapai. Menurut Trump, poin tersebut menjadi aspek terpenting dari kesepakatan yang sedang memasuki tahap lanjutan.
Trump menyebut, komitmen Iran untuk tidak memiliki senjata nuklir tertuang secara jelas dalam kesepakatan tersebut. Ia menegaskan bahwa Teheran tidak akan mengembangkan, membeli, maupun memperoleh senjata nuklir dengan cara apa pun.
"Satu-satunya hal yang benar-benar penting bagi saya adalah bahwa Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir. Mereka tidak akan mengembangkannya, tidak akan membelinya, dan tidak akan melakukan apa pun yang berkaitan dengan itu," ujar Trump saat menggelar pertemuan bilateral dengan Emir Qatar Tamim bin Hamad bin Khalifa Al Thani selama KTT G7, Selasa, 16 Juni 2026 di Evian-les-Bains, Prancis.
Menurut Trump, pelanggaran terhadap komitmen tersebut akan memicu konsekuensi yang sangat berat bagi Iran. Meski tidak merinci bentuk konsekuensi yang dimaksud, ia menegaskan pemerintahannya akan mengambil langkah tegas jika Iran mencoba memperoleh senjata nuklir.
“Jika mereka melakukannya, “neraka” akan turun menghantam mereka. Dan mereka tidak akan melakukan itu,” kata Trump menekankan.
Meski demikian, Trump menyatakan hubungan dengan Iran tetap berada dalam jalur yang positif. Ia menyebut kesepakatan yang dicapai merupakan kesepakatan yang adil dan baik.
Trump turut menepis spekulasi bahwa AS akan menginvestasikan dana ke Iran sebagai bagian dari perjanjian tersebut. “Tetapi kami tidak menginvestasikan uang apa pun di Iran, dan kami tidak memiliki kewajiban untuk menginvestasikan uang di sana,” ucapnya.
Pada kesempatan yang sama Emir Tamim menyambut baik kemajuan yang dicapai dalam proses gencatan senjata Iran dan AS. Ia menilai masih ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan, tetapi momentum yang ada saat ini dapat menjadi peluang untuk menciptakan stabilitas yang lebih besar di kawasan.
“Saya pikir kita dapat mencapai hal-hal besar dan melakukan banyak kebaikan bagi kawasan ini dan akan sangat penting bagi kawasan tersebut dan juga sangat penting bagi Iran. Kami siap membantu kapan pun dibutuhkan, jika teman-teman meminta bantuan kami, kami akan selalu siap membantu,” kata Emir Qatar.
Sementara, Kemlu Swiss mengatakan upacara penandatanganan kesepakatan damai Iran dan AS akan berlangsung pada Jumat, 19 Juni 2026 di resor Bürgenstock dekat kota Luzern. Sedangkan, Pakistan mengatakan kesepakatan damai itu menyerukan penghentian operasi militer, termasuk di Lebanon, tetapi seruan Araghchi untuk penarikan Israel menambah kerumitan baru.
Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesepakatan gencatan senjata bersama Iran. Hal itu disampaikan Trump, Minggu, 14 Juni 2026, serta menyebut diikuti dengan pembukaan Selat Hormuz.
Selain itu, menurut Trump kesepakatan gencatan senjata juga mengizinkan penghapusan blokade oleh Angkatan Laut AS. Sementara, kesepakatan gencatan senjata AS dengan Iran turut dikonfirmasi Wamenlu Iran Kazem Gharibabadi, Minggu, 14 Juni 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....