Dubes Iman: Kondisi Fisik dan Mental Para WNI Terduga Korban Kekerasan Sudah Stabil

  • 16 Jun 2026 22:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kondisi fisik dan mental tiga WNI yang diduga mengalami kekerasan oleh majikan di Johor Bahru, Malaysia saat ini dalam keadaan baik.
  • Para WNI hanya berharap paspor mereka segera dikembalikan agar dapat melanjutkan aktivitas seperti biasa.
  • Ibu Pejabat Polis Daerah atau IPD Johor Bahru Utara mengamankan 4 orang yang diduga terlibat melakukan penganiayaan dalam kasus ini.

RRI.CO.ID, Kuala Lumpur - Kondisi fisik dan mental tiga WNI yang diduga mengalami kekerasan oleh majikan di Johor Bahru, Malaysia saat ini dalam keadaan baik. Kata Duta Besar Republik Indonesia untuk Malaysia, Mohammad Iman Hascarya Kusumo saat dihubungi RRI, Selasa, 16 Juni 2026.

“Untuk fisiknya oke, karena itu kan kejadiannya sedang diselidiki, hanya saja dari pengakuan kedua belah pihak, satu bilang di bulan Juli, satu bilang di Desember. Jadi sudah tidak ada luka-luka atau tanda-tanda kekerasannya dan kalau untuk kejiwaan atau mentalnya, mereka sudah normal,” ujar Dubes Iman menjelaskan.

Meski demikian, kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang setempat. Dubes Iman menambahkan, para WNI hanya berharap paspor mereka segera dikembalikan agar dapat melanjutkan aktivitas seperti biasa.

“Kalau untuk kejiwaan atau mentalnya, mereka sudah normal dan mereka hanya meminta paspornya untuk segera dikembalikan. Semuanya sudah stabil,” ucapnya.

Menurut Dubes Iman, kedua WNI itu sebenarnya masih ingin bekerja di Malaysia, namun ketidakpastian terkait dokumen perjalanan mereka membuat keduanya merasa cemas. “Mereka memang hanya galau karena masih ingin bekerja sebenarnya,” kata Dubes Iman.

Terkait hak-hak ketenagakerjaan, termasuk persoalan gaji selama bekerja, Iman mengaku belum memperoleh informasi lebih lanjut. Ia juga menegaskan bahwa kedua WNI tersebut berstatus pekerja non-prosedural.

“Saya belum dapat informasi lebih jauh mengenai itu. Iya, mereka bekerja secara non-prosedural dan kita harapkan nanti ke depannya untuk lebih tertib lagi,” ucap Dubes Iman menekankan.

Adapun ketiga WNI tersebut bekerja sebagai asisten rumah tangga dan diketahui berinisial YY, YA, dan SH. Ketiganya saat ini berada di tempat penampungan KJRI Johor Bahru, untuk selanjutnya mendapatkan pendampingan hukum.

Sebelumnya, kasus ini terungkap setelah layanan "Ksatria KJRI Johor Bahru" menerima laporan dari salah satu korban pada Sabtu, 13 Juni 2026. Menindaklanjuti laporan itu, KJRI Johor Bahru segera berkoordinasi dengan kepolisian setempat dan membuat pengaduan resmi terkait dugaan penganiayaan tersebut.

Kemudian, Ibu Pejabat Polis Daerah atau IPD Johor Bahru Utara mengamankan 4 orang yang diduga terlibat melakukan penganiayaan dalam kasus ini. Video yang diduga merupakan tindakan kekerasan para majikan kepada para WNI ini sempat viral di media sosial dan membuat publik geram.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....