Sekjen PBB Sambut Kesepakatan Perdamaian AS-Iran, Dorong Penyelesaian Konflik

  • 16 Jun 2026 14:48 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres menyambut baik pengumuman tercapainya kesepakatan perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
  • Juru Bicara Sekjen PBB, Stéphane Dujarric, mengatakan Sekjen Guterres menilai kesepakatan tersebut sebagai langkah penting dalam upaya mengakhiri konflik melalui jalur diplomasi.
  • Guterres juga menyampaikan apresiasi kepada sejumlah negara yang dinilai berperan konstruktif dalam mendukung proses negosiasi hingga tercapainya kesepakatan tersebut.

RRI.CO.ID, New York - Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres menyambut baik pengumuman tercapainya kesepakatan perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Kesepakatan itu diketahui mencakup gencatan senjata segera dan permanen, pembukaan kembali Selat Hormuz, serta kerangka kerja untuk negosiasi lanjutan.

Juru Bicara Sekjen PBB, Stéphane Dujarric, mengatakan Sekjen Guterres menilai kesepakatan tersebut sebagai langkah penting dalam upaya mengakhiri konflik melalui jalur diplomasi. Menurutnya, perkembangan itu membuka peluang baru bagi terciptanya stabilitas di kawasan.

“Sekjen menyambut baik pengumuman bahwa AS dan Iran telah menyepakati kesepakatan perdamaian yang menyediakan gencatan senjata segera dan permanen. Kemudian, pembukaan kembali Selat Hormuz, serta kerangka kerja untuk negosiasi lebih lanjut,” kata Dujarric dalam pernyataan resmi, Minggu, 14 Juni 2026.

Guterres juga menyampaikan apresiasi kepada sejumlah negara yang dinilai berperan konstruktif dalam mendukung proses negosiasi hingga tercapainya kesepakatan tersebut. Antara lain Pakistan, Qatar, Mesir, Arab Saudi, Turki, serta sejumlah negara regional lainnya.

“Sekjen Guterres menyampaikan apresiasi yang mendalam atas peran konstruktif yang dimainkan oleh Pakistan, Qatar, Mesir, Arab Saudi, Turki, dan negara-negara regional lainnya. Yakni, dalam mendukung negosiasi yang mengarah pada kesepakatan perdamaian tersebut,” ujar Dujarric menambahkan.

Lebih lanjut, Guterres berharap momentum positif yang tercipta melalui kesepakatan ini dapat dimanfaatkan seluruh pihak untuk mempercepat upaya menuju penyelesaian konflik secara menyeluruh. Ia juga menegaskan kesiapan PBB untuk mendukung proses perdamaian demi terwujudnya stabilitas yang langgeng dan komprehensif di kawasan.

“Sekjen berharap para pihak akan membangun momentum baru ini dan melipatgandakan upaya mereka menuju penyelesaian akhir konflik. Sekjen menegaskan kembali PBB siap mendukung para pihak dalam mencapai perdamaian yang langgeng dan komprehensif,” kata Dujarric menekankan.

Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesepakatan gencatan senjata bersama Iran. Hal itu disampaikan Trump, Minggu, 14 Juni 2026, serta menyebut diikuti dengan pembukaan Selat Hormuz.

Selain itu, menurut Trump kesepakatan gencatan senjata juga mengizinkan penghapusan blokade oleh Angkatan Laut AS. Sementara, kesepakatan gencatan senjata AS dengan Iran turut dikonfirmasi Wamenlu Iran Kazem Gharibabadi, Minggu, 14 Juni 2026.

Pengumuman Trump datang setelah Perdana Menteri Pakistan Shebaz Sharif mengumumkan kesepakatan di X. Sharif menyatakan, kesepakatan itu bertujuan untuk mengakhiri pertempuran di semua lini, termasuk di Lebanon.

Sharif mengungkapkan, upacara penandatanganan resmi akan berlangsung di Swiss pada Jumat, 19 Juni 2026. Secara khusus, Sharif juga mengapresiasi kepada Qatar yang mendukung upaya mediasi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....