Kasus Penganiayaan WNI di Malaysia, Dubes RI Imbau WNI Gunakan Jalur Kerja Resmi

  • 16 Jun 2026 15:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • WNI yang ingin bekerja di Malaysia diimbau untuk menggunakan jalur penempatan resmi dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
  • Imbauan disampaikan menyusul kasus penganiayaan terhadap tiga WNI di Johor Bahru yang belakangan menjadi perhatian publik setelah videonya beredar luas di media sosial.
  • Ibu Pejabat Polis Daerah atau IPD Johor Bahru Utara mengamankan 4 orang yang diduga terlibat melakukan penganiayaan dalam kasus ini.

RRI.CO.ID, Kuala Lumpur - Duta Besar RI untuk Malaysia Mohammad Iman Hascarya Kusumo mengimbau Warga Negera Indonesia (WNI) menggunakan jalur kerja resmi. Imbauan disampaikan untuk menjamin keamanan dan perlindungan hukum.

Ia meminta calon pekerja mematuhi ketentuan yang berlaku. "Saya mengimbau seluruh WNI yang ingin bekerja di Malaysia gunakan jalur penempatan resmi sesuai ketentuan hukum yang berlaku," kata Dubes Iman melalui unggahan di media sosial, Senin, 15 Juni 2026.

Imbauan itu disampaikan menyusul kasus penganiayaan tiga WNI di Johor Bahru. Kasus tersebut menjadi perhatian setelah videonya beredar luas.

Iman juga meminta PMI segera menghubungi perwakilan RI bila mengalami masalah. Langkah itu penting untuk memperoleh perlindungan dan pendampingan.

"Jangan ragu menghubungi perwakilan Indonesia di Malaysia untuk mencari solusi. Migrasi aman akan membuat pekerjaan lebih nyaman," katanya.

Perwakilan RI di Malaysia telah menerima laporan kasus tersebut sejak 13 Juni. KJRI Johor Bahru langsung memberikan perlindungan kepada para korban.

Iman mengapresiasi langkah cepat KJRI dan kepolisian setempat. Menurutnya, penanganan kasus berjalan sigap dan profesional.

Ketiga korban diketahui bekerja sebagai asisten rumah tangga. Mereka berinisial YY, YA, dan SH.

KJRI Johor Bahru telah berkoordinasi dengan kepolisian setempat. Empat orang yang diduga terlibat penganiayaan telah diamankan polisi.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....