AS Dorong Penguatan Kerja Sama Keamanan Siber dengan Indonesia dan ASEAN
- 12 Jun 2026 12:47 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Amerika Serikat (AS) menyoroti pentingnya memperkuat kerja sama keamanan siber dengan Indonesia dan negara-negara ASEAN
- AS menilai kolaborasi internasional menjadi kunci untuk menghadapi berbagai bentuk kejahatan digital yang terus berkembang.
- Di tingkat regional, Duta Besar AS untuk ASEAN Kevin Kim menyebut isu keamanan teknologi menjadi salah satu fokus dalam hubungan antara Amerika Serikat dan ASEAN.
RRI.CO.ID, Jakarta - Amerika Serikat (AS) menyoroti pentingnya memperkuat kerja sama keamanan siber dengan Indonesia dan negara-negara ASEAN. Utamanya, di tengah meningkatnya ancaman kejahatan digital yang memanfaatkan perkembangan teknologi baru.
Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar AS di Jakarta, Peter Haymond, mengatakan kemajuan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) membawa manfaat besar. Namun, ia menilai, hal itu juga membuka peluang bagi pelaku kejahatan untuk melakukan berbagai aksi ilegal lintas negara.
"Kita juga akan menghadapi tantangan dan ancaman baru dalam bidang keamanan, khususnya yang berkaitan dengan teknologi baru, seperti perjudian daring dan penipuan daring. Teknologi digital dan kecerdasan buatan adalah alat yang luar biasa untuk tujuan yang baik, tetapi juga dapat dimanfaatkan oleh para pelaku kejahatan," kata Haymond saat konferensi pers perayaan Hari Kemerdekaan AS ke-250 pada Kamis, 11 Juni 2026, malam di kediaman dinas Duta Besar AS, Jakarta Pusat.
Menurutnya, karakter dunia maya yang tidak mengenal batas wilayah membuat penanganan ancaman siber tidak dapat dilakukan oleh satu negara saja. Karena itu, kolaborasi internasional menjadi kunci untuk menghadapi berbagai bentuk kejahatan digital yang terus berkembang.
"Satu-satunya cara untuk menghadapinya adalah melalui kemitraan, karena ketika seseorang berada di dunia maya, mereka dapat menjangkau ke mana saja di dunia. Oleh karena itu, kita perlu bekerja sama dengan Indonesia dan mitra lainnya untuk menghadapi tantangan keamanan baru tersebut," ujar Haymond menambahkan,

Selain keamanan siber, Haymond menegaskan AS tetap berkomitmen memperkuat kerja sama keamanan tradisional dengan Indonesia. Termasuk, pelindungan perbatasan dan penegakan hukum internasional di wilayah maritim.
Di tingkat regional, Duta Besar AS untuk ASEAN Kevin Kim menyebut isu keamanan teknologi menjadi salah satu fokus dalam hubungan antara Amerika Serikat dan ASEAN. Menurut dia, kerja sama tersebut telah dituangkan dalam Pernyataan Visi Bersama yang disepakati kedua pihak.
Kim menjelaskan, pengembangan teknologi masa depan, termasuk kecerdasan buatan dan tata kelola teknologi digital, menjadi salah satu pilar utama dalam kerja sama tersebut. Isu tersebut dinilai semakin penting seiring meningkatnya transformasi digital di kawasan Asia Tenggara.
"Pilar-pilar utama pendekatan tersebut tentu mencakup mineral kritis, kerja sama AI atau yang kami sebut sebagai teknologi masa depan, norma dan nilai-nilai kawasan. Serta, berbagai isu penting lainnya yang menjadi perhatian ASEAN dan negara-negara anggotanya, sekaligus menjadi perhatian AS," ujar Kim yang baru saja menyerahkan Surat Kepercayaan kepada Sekretaris Jenderal ASEAN, Kao Kim Hourn pada Kamis, 11 Juni 2026, siang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....