Trump Klaim Kesepakatan Damai Iran-Israel Bisa Tercapai dalam Tiga Hari
- 10 Jun 2026 13:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Donald Trump menyatakan kesepakatan damai antara Iran dan Israel dapat tercapai dalam dua hingga tiga hari, dan mengklaim kedua negara telah sepakat menghentikan serangan melalui mediasi yang dilakukannya.
- Trump mengatakan kesepakatan tersebut akan mencegah Iran memiliki senjata nuklir dan membuka kembali Selat Hormuz, yang merupakan jalur penting bagi perdagangan energi dunia.
- Meski operasi militer telah dihentikan sejak 8 Juni 2026, ketegangan masih berlanjut, dengan Iran memperingatkan akan membalas serangan baru dan Israel mengeluarkan peringatan evakuasi bagi warga di Kota Tyre, Lebanon.
RRI.CO.ID, Washington — Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan kesepakatan damai dengan Iran dapat tercapai dalam dua atau tiga hari ke depan. Meski demikian, ketegangan antara Iran dan Israel masih berlangsung, dilansir dari Politico, Rabu, 10 Juni 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump saat menghadiri final NBA di New York. Trump menyebut Iran dan Israel telah sepakat menghentikan serangan melalui mediasi yang dilakukannya.
Trump menambahkan bahwa kedua negara kini berada pada tahap akhir menuju sebuah kesepakatan. Menurutnya, kesepakatan tersebut akan mencegah Iran memiliki senjata nuklir serta membuka kembali Selat Hormuz segera setelah ditandatangani.
“Mereka saling menyerang bolak-balik, dan sekarang keduanya telah sepakat, melalui saya, untuk berhenti. Kini kita berada pada tahap akhir dari apa yang akan menjadi kesepakatan yang sangat, sangat baik,” kata Trump.
Pernyataan itu bukan kali pertama Trump memprediksi berakhirnya konflik yang telah berlangsung sejak Februari. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio sebelumnya menyatakan perundingan mengakhiri perang dapat selesai beberapa hari, namun hingga kini belum tercapai.
Trump meminta kedua negara segera menghentikan tembakan dan mematuhi gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat sejak April. Kedua pihak akhirnya menghentikan operasi militer pada Senin, 8 Juni 2026 sore.
Meski demikian, Iran memperingatkan akan membalas setiap serangan baru yang menargetkan wilayahnya maupun Lebanon. Di sisi lain, militer Israel memperingatkan warga Kota Tyre di Lebanon untuk mengungsi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....