Kemlu RI: SDM RI Berpeluang Besar Isi Kebutuhan Tenaga Kerja Kapal Pesiar Global
- 10 Jun 2026 13:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pemasok utama tenaga kerja di industri kapal pesiar global yang terus berkembang.
- Tenaga kerja Indonesia dinilai memiliki modal kompetensi dan kemampuan adaptasi yang dibutuhkan pasar internasional.
- Indonesia memiliki lebih dari 108.000 lulusan SMK bidang perhotelan, lebih dari 21.000 peserta didik sekolah vokasi maritim.
RRI.CO.ID, Jakarta - Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pemasok utama tenaga kerja di industri kapal pesiar global yang terus berkembang. Potensi tersebut mengemuka dalam dialog bersama para duta besar yang digelar Kemlu RI, Selasa, 9 Juni 2026 di Jakarta.
Industri kapal pesiar saat ini membutuhkan tenaga kerja berkualitas di berbagai bidang, mulai dari perhotelan, kuliner, teknik, hingga manajemen operasional. Tenaga kerja Indonesia dinilai memiliki modal kompetensi dan kemampuan adaptasi yang dibutuhkan pasar internasional.
“Industri kapal pesiar merupakan sektor global yang terus berkembang dan membutuhkan tenaga kerja berkualitas di berbagai bidang. Indonesia telah terbukti mampu menghasilkan tenaga kerja yang kompeten, adaptif, dan berdaya saing tinggi untuk memenuhi kebutuhan pasar kerja internasional,” kata Wamenlu RI Arif Havas Oegroseno dalam dialog bertajuk “Unlocking Indonesia’s Potential in the Global Cruise Industry Workforce”.
Optimisme serupa disampaikan Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia sekaligus Wakil Kepala BP2MI Christina Aryani. Ia menegaskan Indonesia siap mengambil peran lebih besar dalam memenuhi kebutuhan tenaga kerja global, termasuk di sektor kapal pesiar internasional.
“Indonesia siap dalam memenuhi kebutuhan tenaga kerja global dan memiliki visi untuk berkembang sebagai global talent hub. Indonesia memiliki lebih dari 108.000 lulusan SMK bidang perhotelan, lebih dari 21.000 peserta didik sekolah vokasi maritim,” ujar Wamen Christina.
“Serta, lebih dari 5.600 lulusan SMK pelayaran niaga yang berpotensi memasuki industri kapal pesiar.”

Meski demikian, para peserta dialog menilai masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu diatasi untuk meningkatkan daya saing pekerja Indonesia. Beberapa di antaranya adalah penguatan kemampuan bahasa Inggris, peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan vokasi yang sesuai dengan kebutuhan industri, serta penyederhanaan aspek mobilitas pekerja.
Sementara, para duta besar menyampaikan dukungan terhadap upaya peningkatan kualitas SDM Indonesia. Mereka juga membuka peluang kerja sama yang lebih erat antara institusi pendidikan dan pelatihan di Indonesia dengan industri kapal pesiar serta mitra di negara-negara Eropa.
Sementara, Kemlu RI akan terus memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan dan pelatihan. Serta, mitra internasional dalam mendorong perluasan penempatan pekerja terampil Indonesia di industri kapal pesiar global dan sektor-sektor strategis lainnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....