Kebun Bintangan Surabaya dan Jepang Kerja Sama Konservasi Satwa Liar
- 05 Jun 2026 17:14 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kebun Binatang Surabaya (KBS) menjalin kerja sama dengan iZoo, Shizuoka, Jepang, melalui penandatanganan Nota Kesepahaman program pengembangbiakan dan konservasi satwa liar.
- Kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut dari kesepakatan pemerintah Indonesia dan Prefektur Shizuoka mengenai perlindungan serta konservasi satwa liar.
- Atase Kehutanan KBRI Tokyo Ima Yudin Rayaningtyas mengatakan, kerja sama antara KBS dan iZoo menjadi contoh konkret kolaborasi internasional dalam upaya pelestarian keanekaragaman hayati.
RRI.CO.ID, Tokyo - Kebun Binatang Surabaya (KBS) menjalin kerja sama dengan iZoo, Shizuoka, Jepang, melalui penandatanganan Nota Kesepahaman program pengembangbiakan dan konservasi satwa liar. Kesepakatan ditandatangani pada 29 April 2026 di Kebun Binatang Surabaya.
Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Keuangan dan SDM Perumda KBS Moch. Nahroni serta Direktur Operasional dan Umum Nurika Widyasanti. Serta, Direktur iZoo Tsuyoshi Shirawa dan disaksikan Direktur Konservasi Spesies dan Genetik Kementerian Kehutanan Ahmad Munawir serta Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.
Kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut dari kesepakatan pemerintah Indonesia dan Prefektur Shizuoka mengenai perlindungan serta konservasi satwa liar. Yaitu, yang ditandatangani Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dan Gubernur Prefektur Shizuoka Yasutomo Suzuki pada 28 Maret 2026 di Jepang.
Salah satu fokus utama kerja sama adalah program breeding loan atau peminjaman satwa untuk mendukung pengembangbiakan spesies yang menjadi prioritas konservasi. Dalam skema tersebut, KBS akan meminjamkan sepasang komodo kepada iZoo sebagai bagian dari program konservasi eks-situ di Jepang.
Sebagai bentuk timbal balik, iZoo akan menyediakan sejumlah satwa untuk dikelola oleh Kebun Binatang Surabaya. Yakni Aldabra Giant Tortoise, Japanese Macaque, jerapah, dan panda merah.
Pertukaran satwa tersebut diharapkan dapat memperkuat koleksi konservasi sekaligus mendukung program edukasi bagi masyarakat di kedua negara. Demikian dilansir dari laman Kemlu RI, Jumat, 5 Juni 2026.
Atase Kehutanan KBRI Tokyo Ima Yudin Rayaningtyas mengatakan, kerja sama antara KBS dan iZoo menjadi contoh konkret kolaborasi internasional dalam upaya pelestarian keanekaragaman hayati. Menurutnya, komodo sebagai satwa endemik Indonesia memiliki nilai ekologis dan simbolis yang penting untuk memperkenalkan kekayaan hayati Indonesia kepada masyarakat global.
Saat ini, proses implementasi kerja sama terus berjalan, termasuk pengurusan perizinan, kesehatan satwa, hingga pengaturan transportasi. KBRI Tokyo menyatakan akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait agar program pertukaran dan pengembangbiakan satwa tersebut dapat terlaksana sesuai ketentuan yang berlaku serta memberikan manfaat bagi konservasi satwa liar dan hubungan Indonesia-Jepang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....