Pameran Seni Jepang di Indonesia Turut Pajang Karya Era Meiji Abad ke-18
- 05 Mei 2026 18:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Japan Foundation Jakarta menggelar pameran karya seni bertajuk “The Superlative Artistry of Japan” di Jakarta dan Surabaya.
- Empat karya seni yang dipamerkan merupakan karya-karya kogie Era Meiji (1868-1912) memiliki peran penting dalam memicu tren Japonisme di Eropa abad ke-19.
- Adapun pameran karya seni dari Jepang Foundation Jakarta kali ini bertujuan untuk menampilkan budaya dan tradisi masyarakat Negeri Sakura itu.
RRI.CO.ID, Jakarta - Japan Foundation Jakarta menggelar pameran karya seni bertajuk “The Superlative Artistry of Japan” di Jakarta dan Surabaya. Pameran berlangsung pada 5 – 25 Mei 2026 di “Sakura Hall” kantor Japan Foundation, Jakarta dan 6 – 26 Juni 2026 di Unicorn Youth Collectors Club, Surabaya.
“Pameran keliling” gratis untuk umum ini, menampilkan 38 karya seni Jepang dengan berbagai tema dan tahun pembuatan. Menariknya, empat karya seni yang dipamerkan merupakan karya-karya kogie Era Meiji (1868-1912) memiliki peran penting dalam memicu tren Japonisme di Eropa abad ke-19.
Adapun pameran karya seni dari Jepang Foundation Jakarta kali ini bertujuan untuk menampilkan budaya dan tradisi masyarakat Negeri Sakura itu. Kata Direktur Jenderal Japan Foundation Jakarta, Inami Kazumi ditemui di sela-sela pembukaan pameran, Selasa, 5 Mei 2026 di Jakarta.
“Pameran kali ini menampilkan betapa telitinya atau rincinya karya-karya seni di Jepang ini, mungkin di Indonesia juga dikenal, kenapa hal-hal kecil itu orang Jepang peduli sekali. Salah satu, ciri khas dari budaya Jepang itu diwakili oleh pameran ini,” ujar Inami Kazumi menambahkan.
Inami menjelaskan, empat karya seni di Era Meiji merupakan yang paling menonjol di pameran kali ini. Menurutnya, keempat karya seni berbahan dasar keramik, kayu, hingga kain sutra itu berasal dari akhir abad ke-18 dan awal abad ke-19.
“Keempat karya dari Era Meiji itu bisa dilihat di depan pintu masuk. Keempatnya merupakan karya seni ada yang berbahan keramik,” ucapnya.

Secara khusus, melalui pameran ini diharapkan akan menjadi platform untuk membuka wawasan generasi Indonesia terhadap wawasan nilai budaya Jepang yang lain. Termasuk, mempelajari lebih dalam kesamaan dan perbedaan nilai-nilai budaya Jepang maupun Indonesia.
“Saya ingin untuk anak-anak muda di Indonesia, yang Gen Z mungkin mereka kadang bisa merasa simpati. Karena mereka sudah terbiasa dengan budaya komik atau animasi Jepang, jadi kerjaan teliti atau rincian dengan dunia animasi juga bisa dilihat melalui pameran ini,” kata Direktur Jenderal Inami.
Sebanyak 38 karya seni yang dipamerkan pada “The Superlative Artistry of Japan”, tidak hanya indah dan bernilai tinggi. Tapi, juga memiliki detail yang sangat memukau, sehingga menjadikannya sebagai karya seni bernilai tinggi.
“Saya harap masyarakat Indonesia dapat menemukan mentalitas Jepang, pada saat yang sama, saya pikir ada kesamaan antara orang Jepang dan Indonesia dalam hal desain sangat detail. Misalnya, Indonesia memiliki budaya batik, jadi saya pikir masyarakat Indonesia memiliki simpati terhadap cara seni Jepang,” kata Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) Kedubes Jepang di Jakarta, Myochin Mitsuru pada saat yang sama.
Salah seorang pengunjung asal Jakarta, Julio mengungkapkan kekagumannya terhadap puluhan karya seni yang dipamerkan pada “The Superlative Artistry of Japan”. Menurutnya, salah satu yang favoritnya adalah guci keramik dengan desain Gunung Fuji dan Burung karya periode Meiji tahun 1868 – 1912.
“Favorit saya itu karya yang bentuknya guci dan detailnya itu sangat-sangat bagus. Menurut saya pameran ini cukup informatif karena disini sudah banyak karya Jepang sendiri yang inovasinya tinggi, padahal dibuatnya dari tahun lama,” ucap Julio.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....