Indonesia-Madagaskar Perkuat Kemitraan, Teken Dua Kesepakatan Penting di Jakarta
- 03 Jun 2026 21:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Indonesia dan Madagaskar sepakat memperkuat hubungan bilateral melalui penandatanganan dua perjanjian penting dalam kunjungan resmi Menlu Alice N'Diaye, ke Jakarta.
- Menlu RI, Sugiono, mengatakan hubungan Indonesia dan Madagaskar telah terjalin selama lebih dari lima dekade dan didasarkan pada kedekatan sejarah serta sosial budaya yang kuat.
- Selain kerja sama ekonomi, kedua negara menekankan pentingnya peningkatan hubungan antarmasyarakat melalui program pendidikan dan pengembangan kapasitas.
RRI.CO.ID, Jakarta - Indonesia dan Madagaskar sepakat memperkuat hubungan bilateral melalui penandatanganan dua perjanjian penting dalam kunjungan resmi Menlu Alice N'Diaye, ke Jakarta. Pertemuan tersebut menegaskan komitmen kedua negara untuk memperluas kerja sama politik, ekonomi, pendidikan, hingga pembangunan berkelanjutan.
Menlu RI, Sugiono, mengatakan hubungan Indonesia dan Madagaskar telah terjalin selama lebih dari lima dekade dan didasarkan pada kedekatan sejarah serta sosial budaya yang kuat. Menurutnya, Madagaskar merupakan salah satu mitra penting Indonesia di Afrika sekaligus rekan strategis dalam penguatan kerja sama negara-negara Selatan.
Dalam pertemuan bilateral kedua menlu menandatangani Nota Kesepahaman tentang Pembentukan Komisi Bersama untuk Kerja Sama Bilateral (JCBC). Serta, Perjanjian tentang Pembebasan Visa bagi Pemegang Paspor Diplomatik dan Dinas.
Menlu Sugiono menilai pembentukan komisi bersama akan mempermudah koordinasi antarpemerintah sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas di berbagai sektor. Selain itu, kebijakan pembebasan visa bagi pemegang paspor diplomatik dan dinas diyakini dapat memperkuat interaksi resmi antara kedua negara.
“Perjanjian-perjanjian ini akan memberikan kerangka kerja kelembagaan yang lebih kuat untuk kemitraan kami. Kesepakatan ini juga akan memfasilitasi koordinasi yang lebih erat antara pejabat pemerintah kedua negara,” ujar Menlu Sugiono dalam Pernyataan Pers Bersama usai pertemuan, Rabu, 3 Juni 2026, malam di Gedung Pancasila, Kemlu RI, Jakarta.
Dalam bidang ekonomi, kedua menteri membahas peluang peningkatan perdagangan dan investasi serta penguatan kerja sama bisnis. Pembahasan juga mencakup sektor energi, keuangan, ekonomi kreatif, ketahanan pangan, energi bersih, dan ekonomi biru yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan bersama.

Indonesia juga menyambut minat Madagaskar untuk membuka misi diplomatik di Jakarta pada masa mendatang. Kehadiran perwakilan diplomatik tersebut dinilai akan mempererat hubungan bilateral sekaligus memperluas keterlibatan Madagaskar dengan kawasan Asia Tenggara dan pasar Asia-Pasifik.
Selain kerja sama ekonomi, kedua negara menekankan pentingnya peningkatan hubungan antarmasyarakat melalui program pendidikan dan pengembangan kapasitas. Indonesia juga mengundang lebih banyak mahasiswa Madagaskar untuk mengikuti berbagai program pendidikan dan pelatihan yang diselenggarakan pemerintah Indonesia.
Sementara, Menlu Madagaskar, Alice N'Diaye menyebut, kunjungannya memiliki arti khusus karena berlangsung setelah peringatan 50 tahun hubungan diplomatik kedua negara pada 2025. Ia menegaskan Madagaskar memandang Indonesia sebagai mitra penting yang memiliki banyak kesamaan kepentingan dan potensi kerja sama.
“Kunjungan resmi ini merupakan tonggak penting dalam penguatan hubungan antara Madagaskar dan Indonesia. Saya yakin diskusi yang bermanfaat hari ini akan membuka babak baru kerja sama yang lebih ambisius antara kedua negara kita,” kata Ndiaye.
Adapun pertemuan dimanfaatkan kedua menlu membahas isu regional dan global, serta bertukar pandangan mengenai berbagai isu internasional, termasuk penguatan kerja sama dalam kerangka Indian Ocean Rim Association. Kedua negara juga membahas tantangan perubahan iklim, ketahanan pangan, serta upaya pengurangan risiko bencana.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....