Rusia dan Indonesia Bahas Penguatan Kerja Sama Transportasi
- 03 Jun 2026 14:02 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Transportasi Rusia, Andrei Nikitin, menggelar pertemuan dengan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah RI, Agus Harimurti Yudhoyono, Selasa, 2 Juni 2026 di Moskwa, Rusia.
- Pihak Rusia mencatat pertumbuhan yang kuat pada sektor transportasi udara, sejak 2024 penerbangan reguler menuju Bali telah beroperasi tiga kali setiap pekan.
- Perusahaan-perusahaan Rusia menyatakan kesiapannya untuk terlibat dalam program modernisasi infrastruktur transportasi Indonesia.
RRI.CO.ID, Moskwa - Menteri Transportasi Rusia, Andrei Nikitin, menggelar pertemuan dengan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah RI, Agus Harimurti Yudhoyono, Selasa, 2 Juni 2026 di Moskwa, Rusia. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas penguatan kerja sama transportasi serta perkembangan hubungan ekonomi yang tercermin dari meningkatnya arus penumpang dan barang antara kedua negara.
Pihak Rusia mencatat pertumbuhan yang kuat pada sektor transportasi udara, sejak 2024 penerbangan reguler menuju Bali telah beroperasi tiga kali setiap pekan. Pada 2025, jumlah penumpang rute Moskwa-Denpasar meningkat hampir empat kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya dan mencapai hampir 92.000 orang.
Tren positif tersebut berlanjut pada tahun ini, selama empat bulan pertama 2026, lebih dari 33.000 penumpang telah diangkut melalui rute tersebut. Pada periode yang sama, volume angkutan kargo juga melonjak hampir empat kali lipat hingga mencapai 207.000 ton, menunjukkan semakin eratnya konektivitas logistik antara Rusia dan Indonesia.
“Kami berharap kerja sama yang sistematis dapat terus berlanjut. Hubungan persahabatan antara negara kita juga diharapkan semakin kuat dari waktu ke waktu,” ujar Andrei Nikitin di dalam pertemuan.
Sementara, di sektor maritim, volume angkutan barang melalui transportasi laut juga terus meningkat. Dalam tiga bulan pertama 2026, total volume kargo melampaui 3 juta ton, naik dari hampir 2 juta ton pada periode yang sama tahun 2025.
Rusia juga mencatat perkembangan stabil pada angkutan peti kemas melalui pelabuhan-pelabuhannya, yang pada 2025 mencapai 1.199 TEU. Sementara, dalam pertemuan itu, Rusia mengusulkan agar kedua negara mempertimbangkan penandatanganan perjanjian mengenai pendelegasian kewenangan untuk pelaksanaan inspeksi kapal.
Selain itu, perusahaan-perusahaan Rusia menyatakan kesiapannya untuk terlibat dalam program modernisasi infrastruktur transportasi Indonesia. Termasuk, pengembangan sektor perkeretaapian.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....