Perkuat Kerja Sama Maritim, Indonesia-Rusia Rencanakan Produksi Kapal Bersama
- 02 Jun 2026 17:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Indonesia dan Rusia sepakat memperkuat kerja sama maritim yang menjadi hasil dari konsultasi bilateral, Senin, 1 Juni 2026 di Moskwa, Rusia.
- . Kedua pihak membahas kerja sama bilateral di bidang logistik maritim, pembuatan kapal, pelatihan personel, dan studi sumber daya hayati laut.
- Teknologi global canggih dalam pembuatan kapal ramah lingkungan, efisiensi energi, dan penggunaan bahan bakar alternatif juga diusulkan.
RRI.CO.ID, Moskwa - Indonesia dan Rusia sepakat memperkuat kerja sama maritim yang menjadi hasil dari konsultasi bilateral, Senin, 1 Juni 2026 di Moskwa, Rusia. Pertemuan dipimpin Penasihat Presiden sekaligus Ketua Dewan Maritim Rusia, Nikolai P. Patrushev dan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Daerah RI Agus Harimurti Yudhoyono.
Konsultasi bilateral kali ini mengenai kerja sama di bidang maritim, demikian pernyataan resmi Kedutaan Besar Rusia di Jakarta, Selasa, 2 Juni 2026. Kedua pihak membahas kerja sama bilateral di bidang logistik maritim, pembuatan kapal, pelatihan personel, dan studi sumber daya hayati laut.
Serta, meninjau proposal spesifik yang bertujuan untuk implementasi praktis dari kesepakatan yang telah dicapai. Sementara, pertemuan yang juga dihadiri para perwakilan perusahaan Rusia menyatakan minat untuk mendirikan perusahaan pembuatan kapal bersama.
Kemudian, fasilitas produksi untuk peralatan komponen maritim di Indonesia. Penekanan khusus diberikan pada penguatan kerja sama dalam desain dan konstruksi kapal dengan spesifikasi yang disesuaikan dengan kondisi perairan Indonesia.

Teknologi global canggih dalam pembuatan kapal ramah lingkungan, efisiensi energi, dan penggunaan bahan bakar alternatif juga diusulkan. Sementara, perusahaan perikanan Rusia menyatakan kesediaan mereka untuk berkontribusi pada pembangunan akuakultur berkelanjutan.
Yaitu, melalui teknologi yang ramah lingkungan, peningkatan kapasitas, dan pengenalan inovasi digital ke dalam rantai pasokan. Adapun para pihak sepakat untuk membentuk kelompok kerja tetap.
Kelompok kerja pertama fokus pada pembangunan kapal, modernisasi pelabuhan, dan penggunaan jalur logistik baru, kelompok kerja kedua membahas pembangunan berkelanjutan sumber daya laut dan perikanan. Serta, kelompok kerja ketiga akan berkonsentrasi pada penelitian ilmiah bersama dan pelatihan personel.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....