Iran dan Oman Bahas Masa Depan Selat Hormuz di tengah Ancaman Trump
- 30 Mei 2026 16:52 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Iran dan Oman membahas masa depan pengelolaan Selat Hormuz dalam pembicaraan antara Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan Menteri Luar Negeri Oman Badr Albusaidi.
- Iran menolak campur tangan pihak luar dalam pengelolaan Selat Hormuz, dengan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Nasser Baghaei menegaskan bahwa keputusan terkait selat tersebut harus ditentukan oleh Iran dan Oman.
- Ketegangan dengan Amerika Serikat meningkat setelah peringatan Donald Trump kepada Oman, sementara Washington mengancam sanksi terhadap pihak yang menerapkan pungutan di Selat Hormuz.
RRI.CO.ID, Teheran — Iran dan Oman membahas pengelolaan masa depan Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat. Pernyataan tersebut disampaikan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan peringatan kepada Oman.
Peringatan tersebut berkaitan dengan kerja sama Oman dan Iran dalam pengelolaan Selat Hormuz. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menggelar pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Oman Badr Albusaidi.
Melansir dari Dawn, Sabtu, 30 Mei 2026, dalam percakapan tersebut, kedua pihak membahas perkembangan situasi terkini di Timur Tengah. Mereka juga mendiskusikan masa depan pengelolaan Selat Hormuz berdasarkan prinsip kedaulatan negara dan hukum internasional.
Araghchi menyebut pembicaraan dengan Oman berlangsung produktif dan mencakup berbagai isu strategis yang berkaitan dengan keamanan kawasan. Ia juga menyampaikan solidaritas Iran kepada Oman dalam menghadapi berbagai ancaman di tengah meningkatnya tekanan politik dan diplomatik.
Pemerintah Iran menegaskan bahwa pengelolaan Selat Hormuz harus dilakukan berdasarkan hak kedaulatan negara-negara yang berbatasan langsung. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Nasser Baghaei menyatakan, keputusan pengelolaan Selat Hormuz seharusnya ditentukan Iran dan Oman tanpa campur tangan pihak luar.
Pernyataan tersebut muncul setelah Trump menyebut Selat Hormuz harus terbuka bagi semua pihak. Ia juga menyatakan bahwa tidak boleh berada di bawah kendali negara tertentu.
Trump juga memperingatkan Oman agar tidak terlibat dalam penerapan biaya atau tarif bagi kapal-kapal yang melintasi jalur pelayaran tersebut. Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent juga menegaskan Washington tidak akan mentoleransi upaya penerapan sistem pungutan di Selat Hormuz.
Pemerintah AS bahkan mengancam akan menjatuhkan sanksi terhadap pihak-pihak yang dianggap terlibat dalam pelaksanaan kebijakan tersebut. Selat Hormuz yang sebagian wilayahnya berada di perairan Iran dan Oman berperan penting dalam perdagangan global, terutama pengiriman energi.
Jalur tersebut sebagian besar masih terganggu sejak konflik di kawasan pecah pada akhir Februari. Konflik tersebut memicu kenaikan harga energi dunia dan menghambat aktivitas perdagangan internasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....