Iran Akan Revisi Draf MoU dengan AS, Negosiasi Masih Berlangsung
- 02 Jun 2026 16:44 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Iran akan merevisi draf nota kesepahaman (MoU) dengan Amerika Serikat setelah menerima respons terbaru dari Washington dan menegaskan bahwa belum ada kesepakatan final dalam proses negosiasi yang sedang berlangsung.
- Teheran hanya akan menerima rancangan yang sesuai dengan kepentingannya, sementara Presiden AS Donald Trump dilaporkan menginginkan persyaratan yang lebih ketat.
- Iran dan AS terus berupaya mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik, setelah gencatan senjata sementara pada 8 April dan serangkaian pertukaran proposal melalui mediasi Pakistan.
RRI.CO.ID, Teheran — Iran akan mengajukan perubahan terhadap draf nota kesepahaman (MoU) dengan Amerika Serikat setelah menerima respons terbaru dari Washington. Informasi tersebut dilaporkan kantor berita semi-resmi Tasnim yang mengutip sumber yang mengetahui jalannya perundingan.
Menurut sumber tersebut, Iran juga akan melakukan revisi terhadap rancangan kesepakatan yang sebelumnya telah diubah oleh pihak Amerika Serikat. Teheran menegaskan bahwa proses negosiasi masih berlangsung dan belum ada kesepakatan yang bersifat final.
Melansir dari Xinhua, 2 Juni 2026, Iran menyatakan hanya akan menerima rancangan yang sesuai dengan kepentingan dan persetujuannya. Karena itu, perubahan yang dilakukan Amerika Serikat tidak serta-merta berarti telah mendapat persetujuan dari Teheran.
Sebelumnya, sejumlah media AS melaporkan bahwa Washington telah mengubah beberapa bagian dalam draf perjanjian dan mengirimkannya kembali kepada Iran. Laporan tersebut juga menyebut Presiden AS, Donald Trump, memiliki keberatan terhadap sejumlah ketentuan dalam rancangan kesepakatan tersebut.
Salah satu isu yang menjadi perhatian Trump adalah pencairan aset-aset Iran yang selama ini dibekukan. Selain itu, ia juga disebut menginginkan persyaratan yang lebih ketat, terutama terkait pengelolaan material nuklir Iran.
Perundingan ini berlangsung di tengah upaya kedua negara untuk mengakhiri konflik sejak 28 Februari lalu. Ketegangan yang berkembang kemudian mendorong berbagai upaya diplomatik untuk mencari jalan keluar dari konflik tersebut.
Pada 8 April, Iran dan Amerika Serikat mencapai gencatan senjata sementara yang membuka peluang bagi proses negosiasi lebih lanjut. Beberapa pekan terakhir, kedua pihak saling bertukar sejumlah proposal yang memuat syarat-syarat untuk mengakhiri konflik melalui mediasi Pakistan.
Hingga kini, Teheran dan Washington masih berupaya mencapai kesepakatan akhir mengenai nota kesepahaman tersebut. Namun, perbedaan pandangan terkait sejumlah poin penting menunjukkan bahwa proses negosiasi masih memerlukan pembahasan lebih lanjut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....