Pemulangan Jenazah WNI Kecelakaan di Perairan Perak Tunggu Hasil Pemeriksaan DNA

  • 01 Jun 2026 18:16 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemulangan jenazah korban kecelakaan kapal di perairan barat Pulau Pangkor, Perak, Malaysia, akan dilakukan setelah didapati hasil pemeriksaan DNA.
  • KBRI Kuala Lumpur telah memperoleh data kondisi WNI terkini, akses untuk bertemu langsung dengan 18 WNI yang selamat.
  • Sementara itu, 5 WNI lainnya masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh PDRM, dengan dugaan keterkaitan dengan tindak pengiriman migran illegal.

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemulangan jenazah korban kecelakaan kapal di perairan barat Pulau Pangkor, Perak, Malaysia, akan dilakukan setelah didapati hasil pemeriksaan DNA. Diketahui kecelakaan kapal yang mengangkut sebanyak 37 WNI ini terjadi pada Senin, 11 Mei 2026 menyebabkan 16 orang di antaranya tewas.

“Untuk proses pemulangan jenazah WNI korban Kapal di Perairan Perak. Saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan DNA,” kata Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah dalam pesan tertulis kepada RRI, Senin, 1 Juni 2026.

Sebelumnya, pada Jumat, 29 Mei 2026 Kemlu RI dalam pernyataannya mengatakan, jumlah korban tewas didapati berdasarkan koordinasi dengan Rumah Sakit Teluk Intan. Sedangkan, guna mempercepat proses identifikasi, KBRI Kuala Lumpur bekerja sama dengan Polri melakukan penelusuran keluarga korban.

Pada saat yang bersamaan juga dilakukan pengambilan sampel DNA dari keluarga WNI yang diduga terkait dengan korban meninggal dunia. Sementara, pemerintah Indonesia melalui KBRI Kuala Lumpur terus memantau perkembangan penanganan kasus ini secara intensif.

Termasuk, berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait di Malaysia maupun Indonesia. Serta, menjaga komunikasi aktif dengan keluarga korban untuk menyampaikan perkembangan terbaru sebagai bagian dari komitmen pelindungan WNI.

Di sisi lain KBRI Kuala Lumpur telah memperoleh data kondisi WNI terkini, akses untuk bertemu langsung dengan 18 WNI yang selamat. Serta, berkoordinasi memantau kondisi 5 lainnya yang masih menjalani pemeriksaan lanjutan.

Koordinasi intensif ini dijalin dengan otoritas Malaysia, termasuk Polis Diraja Malaysia (PDRM), Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM), IPD Manjung. Kemudian, Jabatan Kesehatan Masyarakat (JKM), serta Rumah Sakit Teluk Intan.

Pertemuan dengan sebanyak 18 WNI dilakukan guna melakukan verifikasi identitas, pendalaman informasi, serta memastikan kondisi mereka. Berdasarkan identifikasi awal, para WNI selamat diketahui berasal dari Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Lampung, Banten, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Tenggara.

Sementara itu, sebanyak 5 WNI lainnya masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh PDRM, dengan dugaan keterkaitan dengan tindak pengiriman migran illegal. Seluruh WNI yang selamat dalam kondisi baik dan sehat.

Pemerintah mengimbau masyarakat yang merasa memiliki anggota keluarga yang mungkin terkait dengan insiden ini. Atau membutuhkan informasi lebih lanjut untuk segera menghubungi Hotline Pelindungan KBRI Kuala Lumpur di +60 17-668 8032.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....