Kemlu: 16 WNI Meninggal dalam Kecelakaan Kapal di Malaysia 11 Mei

  • 30 Mei 2026 02:54 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kemlu RI memperbarui informasi mengenai jumlah WNI meninggal dunia saat kecelakaan kapal di perairan barat Pulau Pangkor, Perak, Malaysia.
  • Kecelakaan kapal yang mengangkut puluhan 37 WNI ini terjadi pada Senin, 11 Mei 2026 dan menyebabkan 16 orang di antaranya tewas.
  • Guna mempercepat proses identifikasi, KBRI Kuala Lumpur bekerja sama dengan Polri melakukan penelusuran keluarga korban.

RRI.CO.ID, Kuala Lumpur - Kementerian Luar Negeri Indonesia menyatakan 16 WNI meninggal dalam kecelakaan kapal di Malaysia 11 Mei lalu. Kecelakaan kapal yang mengangkut 37 WNI ini terjadi di Pulau Pangkor, Perak, Malaysia.

Dalam pernyataan resminya, Jumat, 29 Mei 2026 Kemlu RI mengatakan, jumlah itu berdasarkan data Rumah Sakit Teluk Intan. KBRI Kuala Lumpur bekerja sama dengan Polri melakukan penelusuran keluarga korban.

Pada saat yang bersamaan juga dilakukan pengambilan sampel DNA dari keluarga WNI yang meninggal dunia. Indonesia melalui KBRI Kuala Lumpur terus memantau dan menjaga komunikasi aktif dengan keluarga korban.

KBRI Kuala Lumpur telah memperoleh data kondisi WNI terkini dan mendapat akses bertemu langsung dengan 18 WNI yang selamat. Lima orang WNI lainya yang selamat masih menjalani pemeriksaan oleh polisi Malaysia.

Kemlu berkoordinasi dengan otoritas Malaysia, termasuk Polis Diraja Malaysia (PDRM) dan Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM). Selain itu koordinasi juga dilakukan dengan jabatan Kesehatan Masyarakat (JKM), serta Rumah Sakit Teluk Intan.

Pertemuan dengan 18 WNI dilakukan guna melakukan verifikasi identitas, pendalaman informasi, serta memastikan kondisi mereka. WNI yang selamat berasal dari Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Lampung, Banten, NTT, NTB, dan Sulawesi Tenggara.

Sementara itu, 5 WNI menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh PDRM, keterkaitan dengan tindak pengiriman migran illegal. Seluruh WNI yang selamat dalam kondisi baik dan sehat.

Pemerintah mengimbau masyarakat yang merasa memiliki anggota keluarga yang mungkin terkait dengan insiden ini. Atau membutuhkan informasi lebih lanjut untuk segera menghubungi Hotline Pelindungan KBRI Kuala Lumpur di +60 17-668 8032.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....