Dari Lombok ke Darwin, Dosen UIN Mataram Bawa Riset dan Budaya

  • 30 Mei 2026 19:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Dosen Universitas Islam Negeri Mataram, Muhsinul Ihsan meraih penghargaan The Johan Schrama Prize for Best Oral Presentation dari Australia.
  • Muhsinul Ihsan diketahui pula merupakan Awardee Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Kementerian Agama RI.
  • Muhsinul Ihsan mempresentasikan riset mengenai pemanfaatan medan magnet untuk meningkatkan aktivitas makan dan mencegah incomplete moulting pada lobster air laut jenis spiny lobster.

Di ruang konferensi Darwin Convention Centre, sorotan tertuju pada seorang dosen asal Indonesia. Ia berdiri membawa riset sekaligus identitas budaya dari tanah kelahirannya.

Muhsinul Ihsan, dosen Universitas Islam Negeri Mataram, tampil di forum ilmiah dunia. Ia mengikuti International Symposium on Fish Nutrition and Feeding 2026 di Australia, yang diselenggarakan pada 18 – 21 Mei 2026.

Forum tersebut mempertemukan ratusan peneliti dari berbagai negara. Persaingan berlangsung ketat untuk menampilkan hasil penelitian terbaik.

Muhsinul mempresentasikan riset tentang pemanfaatan medan magnet pada lobster laut. Penelitian itu bertujuan meningkatkan aktivitas makan dan mencegah incomplete moulting.

Kajian tersebut menjadi pendekatan baru dalam budidaya lobster berkelanjutan. Temuan itu menarik perhatian peserta dan dewan penilai internasional.

Dari 220 abstrak yang masuk, hanya 63 terpilih untuk presentasi lisan. Kategori tersebut menjadi salah satu sesi paling kompetitif.

Di tengah persaingan global, Muhsinul tampil berbeda dari peserta lainnya. Ia mengenakan pakaian tradisional Lombok saat memaparkan hasil risetnya.

Busana daerah itu bukan sekadar penampilan simbolis. Baginya, identitas budaya harus hadir berdampingan dengan prestasi akademik.

"Prestasi akademik dan identitas budaya harus berjalan beriringan. Kita bisa bersaing global tanpa meninggalkan jati diri Indonesia," ujarnya.

Presentasi tersebut membuahkan hasil membanggakan bagi Indonesia. Muhsinul meraih The Johan Schrama Prize for Best Oral Presentation.

Penghargaan itu diberikan kepada presenter dengan inovasi terbaik. Kemampuan penyampaian ilmiah juga menjadi penilaian utama.

Keberhasilan tersebut turut mendapat apresiasi dari Kementerian Agama. Muhsinul merupakan penerima Beasiswa Indonesia Bangkit atau BIB.

Kepala Puspenma, Ruchman Basori, menilai capaian itu sangat membanggakan. Prestasi tersebut menunjukkan dampak nyata investasi pendidikan.

"Prestasi ini menjadi bukti awardee BIB mampu tampil kompetitif. Sekaligus membawa nama baik Indonesia di forum internasional," katanya.

Di Darwin, Muhsinul tidak hanya membawa hasil penelitian. Ia juga membawa pesan bahwa ilmu dan budaya dapat berjalan bersama.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....