Indonesia-Tajikistan Perkuat Komitmen Kerja Sama Bilateral
- 29 Mei 2026 21:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Indonesia dan Tajikistan sepakat memperkuat kemitraan dan memperluas kerja sama bilateral di berbagai sektor prioritas.
- Kedua pihak menegaskan komitmen untuk mendorong kerja sama yang lebih konkret dan berdampak bagi masyarakat kedua negara.
- Kedua pihak juga membahas peluang kerja sama di bidang ekonomi, perdagangan, pendidikan, dan industri hilirisasi.
RRI.CO.ID, Dushanbe - Indonesia dan Tajikistan sepakat memperkuat kemitraan dan memperluas kerja sama bilateral di berbagai sektor prioritas. Hal itu menjadi kesepakatan pertemuan konsultasi bilateral Indonesia-Tajikistan, Rabu, 27 Mei 2026 di Dushanbe, Tajikistan.
Pertemuan dipimpin bersama oleh Wamenlu RI Arrmanatha Nasir dan Wamenlu Tajikistan Idibek Kalandar. Kedua pihak menegaskan komitmen untuk mendorong kerja sama yang lebih konkret dan berdampak bagi masyarakat kedua negara.
Mengemuka pula rencana penyusunan peta jalan kerja sama bilateral sebagai panduan penguatan hubungan jangka panjang yang lebih terarah, inklusif, dan berorientasi hasil. Di sisi lain Indonesia mendorong penguatan kerja sama ASEAN dan Asia Tengah.
Dalam konteks tersebut, Indonesia mengharapkan penguatan interaksi dan kolaborasi Tajikistan dengan ASEAN. Termasuk dengan bergabung dalam Treaty of Amity and Cooperation (TAC) dan kemungkinan Tajikistan membuka Kedutaan Besar sekaligus Perwakilan Tetap untuk ASEAN di Jakarta.
“Indonesia memandang Tajikistan sebagai mitra penting dalam memperkuat konektivitas dan kerja sama lintas kawasan antara ASEAN dan Asia Tengah. Seiring meningkatnya dinamika geopolitik dan kebutuhan akan kolaborasi global yang lebih inklusif,” ujar Wamenlu Tata dalam keterangannya dikutip dari laman Kemlu RI, Jumat, 29 Mei 2026.
Kedua pihak juga membahas peluang kerja sama di bidang ekonomi, perdagangan, pendidikan, dan industri hilirisasi. Serta, transformasi digital yang mendukung pembangunan berkelanjutan.
Di bidang sosial budaya, kedua negara sepakat memperkuat hubungan antarmasyarakat, termasuk melalui pariwisata, kerja sama pendidikan dan pertukaran budaya. Sebagai hasil konkret pertemuan, kedua Wamenlu menandatangani Nota Kesepahaman Pembentukan Komite Konsultasi Bilateral.
Komite ini membuka babak baru hubungan bilateral antara Tajikistan dan Indonesia, sekaligus menjadi landasan penguatan konsultasi bilateral ke depan. Kedua wamenlu turut bertukar pandangan mengenai perkembangan situasi geopolitik dan kawasan, serta menegaskan komitmen untuk saling mendukung di berbagai forum internasional.
Usai pertemuan konsultasi bilateral, delegasi Indonesia juga melakukan kunjungan ke kawasan ekonomi bebas Dangara, sekitar dua jam dari ibu kota Dushanbe. Ini dilakukan guna menjajaki peluang kerja sama perdagangan dan investasi di Tajikistan.
Rangkaian kunjungan ke Tajikistan ini kembali menegaskan komitmen Indonesia untuk memperluas kemitraan strategis dengan negara-negara Asia Tengah. Serta, memperkuat peran Indonesia sebagai jembatan kerja sama antar kawasan yang inklusif dan berorientasi masa depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....