WFP Peringatkan Wabah Ebola di Kongo Perburuk Krisis Kelaparan
- 23 Mei 2026 16:56 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- WFP memperingatkan wabah Ebola Bundibugyo di timur Republik Demokratik Kongo berisiko memperburuk krisis pangan dan memicu darurat kemanusiaan yang lebih luas.
- WFP bersama pemerintah DRC dan WHO meningkatkan respons darurat melalui pengiriman petugas, pasokan medis, serta dukungan logistik ke wilayah terpencil terdampak wabah.
- Sebanyak 26,5 juta warga DRC mengalami krisis pangan, sementara WFP membutuhkan lebih dari 218 juta dolar AS untuk memenuhi kebutuhan darurat di wilayah timur negara tersebut.
RRI.CO.ID, Kinshasa — Wabah Ebola di timur Republik Demokratik Kongo (DRC) dikhawatirkan memperburuk krisis kelaparan yang telah melanda wilayah tersebut. Program Pangan Dunia (WFP) menyerukan respons darurat yang cepat dan terkoordinasi untuk mencegah situasi berkembang menjadi krisis kemanusiaan luas.
Melansir dari WFP, Sabtu, 23 Mei 2026, wabah tersebut melibatkan varian langka Ebola Bundibugyo yang penyebarannya dinilai sangat cepat. Pejabat kesehatan melaporkan wabah tersebut telah menyebabkan puluhan kematian serta ratusan kasus suspek dan terkonfirmasi, termasuk di Uganda.
Direktur WFP di DRC, David Stevenson, menyebut wabah tersebut sebagai perlombaan melawan waktu. Ia memperingatkan bahwa tanpa tindakan cepat dan terkoordinasi dalam skala besar, krisis kesehatan dapat semakin memburuk.
Kondisi tersebut berisiko berubah menjadi darurat kemanusiaan yang tidak terkendali di DRC timur dan wilayah sekitarnya. WFP bekerja sama dengan pemerintah DRC dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam mendukung respons wabah.
Bantuan yang diberikan mencakup pengiriman petugas tanggap darurat, pasokan medis, dan distribusi kargo penting ke wilayah terpencil yang sulit dijangkau. Sejauh ini, puluhan pekerja bantuan dan perlengkapan medis telah dikirim ke daerah terdampak.
WFP juga menyatakan siap meningkatkan operasi bantuan jika situasi terus memburuk. Krisis Ebola terjadi ketika DRC tengah menghadapi kerawanan pangan akut.
Sebanyak 26,5 juta orang di DRC saat ini mengalami krisis pangan. Sementara itu, 10 juta lainnya menghadapi kelaparan parah di wilayah timur, termasuk Provinsi Ituri, Kivu Utara, Kivu Selatan, dan Tanganyika.
Provinsi Ituri menjadi salah satu wilayah paling terdampak wabah Ebola terbaru yang dikonfirmasi pada pertengahan Mei. Lebih dari 1,7 juta penduduk Ituri menghadapi tingkat kelaparan krisis atau lebih buruk.
WFP menegaskan penanganan Ebola tidak cukup hanya melalui layanan kesehatan. Organisasi itu menilai dukungan pangan, transportasi, dan logistik sangat penting dalam penanganan wabah Ebola.
Bantuan tersebut diperlukan agar tim medis dapat bergerak cepat dan masyarakat terdampak mampu menjalani langkah-langkah kesehatan secara aman. Untuk memenuhi kebutuhan mendesak di DRC timur, WFP membutuhkan lebih dari 218 juta dolar AS (Rp3,8 triliun).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....