Komunikasi dengan Negara-negara Sahabat, Kemlu Terus Upayakan Pembebasan WNI

  • 21 Mei 2026 19:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Juru Bicara Kemlu, Yvonne Mewengkang menegaskan pemerintah terus memantau kondisi WNI yang tergabung dalam misi Global Sumud Flotilla 2.0.
  • Pihaknya juga mengutuk tindakan Israel yang dinilai melanggar hukum internasional.
  • Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Heni Hamidah menyebut para WNI masih diperiksa otoritas setempat.
  • Kementerian Luar Negeri berupaya memaksimalkan seluruh kanal komunikasi untuk memastikan keselamatan dan akses para WNI.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Luar Negeri terus memantau kondisi serta keberadaan para WNI yang tergabung dalam misi Global Sumud Flotilla 2.0. Hal ini disampaikan Juru Bicara I Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang, Kamis, 21 Mei 2026.

Yvonne menegaskan, pemerintah akan terus mengupayakan pembebasan seluruh WNI yang ditangkap. “Beliau (Menlu -red) sejak awal telah berkomunikasi langsung dengan Turki dan Yordania, juga negara-negara sahabat yang warganya tergabung dalam GSF 2.0,” ujarnya

Upaya ini, kata Yvonne, menjadi bagian dari diplomasi bersama untuk mendorong pembebasan para relawan. Pemerintah Indonesia, lanutnya, akan memaksimalkan seluruh jalur dan kanal diplomasi.

Ini termasuk melalui negara-negara yang memiliki akses ke Israel, tim hukum, serta pihak lain. Harapannya, mereka dapat turut membantu memastikan keselamatan, akses komunikasi, dan percepatan pembebasan WNI.

Yvonne menyebut, berbagai langkah termasuk koordinasi erat dengan berbagai pihak dan otoritas telah dilakukan. Utamanya terkait akses kekonsuleran, dukungan medis jika diperlukan, serta mempercepat proses pemulangan WNI dengan aman tanpa hambatan.

Pemerintah Indonesia, lanjutnya, mengutuk tindakan tidak manusiawi yang dilakukan Israel terhadap para relawan. Tindakan militer tersebut dinilai bertentangan dengan prinsip kemanusiaan dan merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional.

Kemudian, Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Heni Hamidah, mengungkapkan para WNI saat ini masih dalam proses pemeriksaan oleh otoritas setempat. Setelah itu, mereka kemungkinan akan dibawa ke fasilitas detensi imigrasi.

Namun demikian, pihaknya masih terus melakukan verifikasi terkait posisi, kondisi, serta akses komunikasi para WNI. Seluruh kanal komunikasi juga terus dimaksimalkan untuk memastikan keberadaan mereka.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....