Pakistan dan Kuwait Bahas Konflik Timur Tengah, Dorong Negosiasi AS-Iran

  • 02 Mei 2026 17:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Ishaq Dar dan Sheikh Jarrah Jaber Al-Ahmad Al-Sabah membahas situasi Timur Tengah serta dampak globalnya, terutama gangguan pasokan energi.
  • Pakistan menegaskan upaya menghidupkan kembali perundingan antara AS dan Iran melalui pendekatan diplomasi dan dialog untuk meredakan ketegangan.
  • Konflik sejak serangan 28 Februari memicu balasan Iran dan penutupan Selat Hormuz, yang berdampak pada stabilitas kawasan dan energi global.

RRI.CO.ID, Islamabad — Pakistan dan Kuwait membahas perkembangan situasi di Timur Tengah dalam pertemuan pada Sabtu, 2 Mei 2026. Pertemuan tersebut melibatkan Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar dan Menteri Luar Negeri Kuwait Sheikh Jarrah Jaber Al-Ahmad Al-Sabah.

Melansir dari Anadolu, pertemuan tersebut digelar dengan fokus pada dinamika konflik kawasan serta dampak ekonominya terhadap dunia. Kedua pihak menyoroti implikasi yang lebih luas, termasuk gangguan terhadap pasokan energi global yang memicu kekhawatiran internasional.

Pakistan juga menegaskan perannya sebagai mediator dalam upaya menghidupkan kembali perundingan antara Amerika Serikat dan Iran yang sebelumnya terhenti. Ishaq Dar menekankan komitmen Pakistan untuk terus mendorong pendekatan diplomasi dan keterlibatan konstruktif.

Pendekatan tersebut dilakukan guna menciptakan perdamaian dan stabilitas di kawasan. Ia menyatakan bahwa dialog menjadi kunci utama dalam meredakan ketegangan yang terus berlangsung.

Di sisi lain, Kuwait menyambut baik dan memuji upaya mediasi yang dilakukan Pakistan. Kedua negara juga menegaskan kembali hubungan persaudaraan yang kuat serta sepakat untuk terus menjalin komunikasi erat dalam menghadapi perkembangan situasi.

Ketegangan di kawasan Timur Tengah sendiri meningkat sejak 28 Februari, ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran. Serangan tersebut memicu respons balasan dari Teheran.

Respons tersebut penutupan jalur strategis Strait of Hormuz yang berdampak pada stabilitas kawasan dan pasokan energi global. Hingga kini, upaya diplomasi masih terus dilakukan untuk meredakan konflik, meskipun tantangan dalam mencapai kesepakatan damai tetap besar.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....