Informasi Terbaru Kemlu RI: 5 WNI Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan ke Gaza
- 19 Mei 2026 11:28 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengutuk keras tindakan militer Israel yang mencegat kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0.
- Informasi terbaru per Selasa, 19 Mei 2026, pagi, lima WNI yang tergabung dalam Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) telah diamankan militer Israel saat menjalankan misi kemanusiaan internasional menuju Gaza.
- Sementara itu, empat WNI lainnya yang berada di dua kapal berbeda masih berlayar di sekitar perairan Siprus.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengutuk keras tindakan militer Israel yang mencegat kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0. Serta, menangkap lima warga negara Indonesia (WNI) di sekitar perairan Siprus, Mediterania Timur.
Informasi terbaru per Selasa, 19 Mei 2026, pagi, lima WNI yang tergabung dalam Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) telah diamankan militer Israel saat menjalankan misi kemanusiaan internasional menuju Gaza. Kata Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang, Selasa, 19 Mei 2026 di Jakarta.
“Berdasarkan informasi per pagi ini, dari total sembilan WNI anggota GPCI yang tergabung dalam misi GSF 2.0. Sebanyak lima WNI dilaporkan telah ditangkap oleh militer Israel di sekitar perairan Siprus atau Mediterania Timur,” ujar Yvonne menambahkan.
Sementara itu, empat WNI lainnya yang berada di dua kapal berbeda masih berlayar di sekitar perairan Siprus. Kemlu menilai kondisi mereka masih rawan karena sewaktu-waktu dapat mengalami intersepsi maupun penangkapan oleh militer Israel.
“Kementerian Luar Negeri mengutuk keras tindakan militer Israel. Yaitu, terhadap kapal dan awak misi kemanusiaan internasional,” ucap Yvonne menekankan.
Merespons perkembangan tersebut, Kemlu RI telah melakukan koordinasi intensif dengan sejumlah perwakilan Indonesia di luar negeri. Termasuk, KBRI Ankara, KBRI Kairo, KBRI Roma, KBRI Amman, dan KJRI Istanbul untuk menyiapkan langkah perlindungan bagi para WNI.
Langkah antisipasi yang disiapkan antara lain penerbitan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP). Apabila dokumen perjalanan para WNI disita, hingga dukungan medis bila diperlukan.
"Selain itu, perwakilan RI juga telah melakukan pendekatan kepada otoritas setempat. Guna memastikan proses transit dan pemulangan WNI dapat berjalan tanpa hambatan keimigrasian," kata Jubir Kemlu RIM
Indonesia juga bergabung bersama sembilan negara lainnya yakni Turki, Bangladesh, Brasil, Kolombia, Yordania, Libya, Maladewa, Pakistan, dan Spanyol. Yakni, dalam pernyataan bersama yang mengecam serangan Israel terhadap misi GSF 2.0.
“Kementerian Luar Negeri mendesak pemerintah Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan. Serta, menjamin kelanjutan penyaluran bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina sesuai hukum humaniter internasional,” ujar Yvonne.
Hingga kini, Kemlu RI dan seluruh perwakilan terkait masih terus memantau perkembangan situasi. Serta, melakukan verifikasi terhadap posisi serta kondisi para WNI di lapangan.
Sebelumnya, Pemimpin Redaksi Republika, Andi Muhyiddin, menyatakan dalam rombongan misi kemanusiaan tersebut terdapat sembilan relawan asal Indonesia. Di antaranya dua jurnalis Republika, Bambang Noroyono dan Thoudy Badai, yang menjalankan tugas jurnalistik sekaligus misi kemanusiaan untuk Palestina.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....