Kemlu Respons Video ABK WNI Disandera Pembajak Somalia

  • 18 Mei 2026 17:51 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kemlu RI memberikan respons terkait kondisi WNI yang diketahui bekerja sebagai kru Kapal MT Honour 25.
  • Seluruh kru kapal yang merupakan WNI dalam kondisi sehat bahkan gaji tetap dibayarkan.
  • Saat ini proses negosiasi untuk pembebasan para kru kapal masih berlangsung di Somalia.

RRI.CO.ID, Jakarta - Beredar di media sosial video WNI yang tengah disandera oleh pembajak Somalia, meminta agar pemerintah Indonesia mengirimkan bantuan. Kemlu RI memberikan respons terkait kondisi WNI yang diketahui bekerja sebagai kru Kapal MT Honour 25 tersebut.

“Kementerian Luar Negeri dan Perwakilan RI terus melakukan koordinasi intensif dengan seluruh pihak di dalam dan luar negeri. Dalam menindaklanjuti kasus pembajakan Kapal MT Honour 25,” kata Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, Senin, 18 Mei 2026 di Jakarta.

Heni mengungkapkan, seluruh kru kapal yang merupakan WNI dalam kondisi sehat bahkan gaji tetap dibayarkan. “Berdasarkan informasi yang telah dikumpulkan dari berbagai pihak, seluruh kru kapal WNI dilaporkan dalam keadaan sehat, kebutuhan logistik terpenuhi, dan gaji tetap dibayarkan,” ucapnya.

Heni menyebut, pemerintah melalui kementerian terkait telah melakukan pendekatan kepada pihak keluarga kru kapal. Serta, memastikan terus memberikan pelindungan kepada WNI di luar negeri.

“Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perhubungan, dan pihak-pihak terkait juga telah melakukan family engagement ke keluarga kru. Serta, menyampaikan bahwa Pemerintah akan terus melakukan upaya terbaik untuk melindungi WNI di luar negeri,” kata Heni menambahkan.

Menurut Heni saat ini proses negosiasi untuk pembebasan para kru kapal masih berlangsung di Somalia. “Saat ini, proses negosiasi antara pihak pemerintah setempat, crew management, dan pihak-pihak terkait lainnya di Somalia masih terus berlanjut,” ucapnya.

“Besar harapan proses negosiasi pembebasan dapat selesai dalam tempo yang tidak terlalu lama.”

Sebelumnya, KBRI Nairobi terus melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak di Somalia menyusul pembajakan kapal MT Honour 25 di perairan Hafun pada 22 April 2026. Kapal tersebut diawaki oleh 15 orang, termasuk empat WNI, serta kru dari Pakistan, India, dan Myanmar.

Kemlu mencatat, saat ini terdapat sekitar 321 ABK WNI yang terdata, terdiri dari 81 awak kapal nelayan, 188 awak kapal niaga, dan 44 awak kapal perikanan. Data tersebut masih terus diperbarui melalui koordinasi dengan instansi terkait.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....