Indonesia-Alberta Perkuat Kemitraan Menjelang Ratifikasi ICA-CEPA
- 14 Mei 2026 12:01 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Dubes Muhsin menilai momentum penguatan hubungan Indonesia dan Alberta sangat tepat menjelang finalisasi ratifikasi ICA-CEPA di Kanada
- Di sektor energi, Alberta menyatakan kesiapan memperkuat kerja sama dengan Indonesia untuk mendukung ketahanan energi nasional
- Premier Alberta, Danielle Smith, menyambut positif agenda penguatan kerja sama yang ditawarkan Indonesia
RRI.CO.ID, Ottawa: Indonesia dan Provinsi Alberta, Kanada, memperkuat kemitraan strategis menjelang rampungnya ratifikasi Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA). Penguatan hubungan difokuskan pada sektor energi, ketahanan pangan, investasi, dan pendidikan tinggi.
Upaya tersebut dilakukan melalui rangkaian kunjungan kerja Duta Besar RI untuk Kanada, Muhsin Syihab, ke Provinsi Alberta pada 11–12 Mei 2026. Kunjungan dilakukan bersama Konsul Jenderal RI Vancouver, Nina Kurnia Widhi, serta jajaran KBRI Ottawa dan KJRI Vancouver.
Dalam kunjungan itu, Dubes Muhsin menggelar pertemuan strategis dengan Premier Alberta, Danielle Smith, beserta sejumlah pejabat penting Pemerintah Provinsi Alberta. Pertemuan berlangsung di Alberta Legislature Building dan membahas penguatan kerja sama konkret kedua pihak.
Dubes Muhsin menilai momentum penguatan hubungan Indonesia dan Alberta sangat tepat menjelang finalisasi ratifikasi ICA-CEPA di Kanada. Perjanjian tersebut dinilai akan membuka peluang kerja sama ekonomi lebih luas antara Indonesia dan Kanada.
“ICA-CEPA hanya akan bermanfaat optimal jika seluruh pihak berperan aktif mendayagunakannya. Maka ini adalah momentum yang tepat," kata Dubes Muhsin dalam siaran pers ditulis, Kamis, 14 Mei 2026.
Ia juga menegaskan posisi strategis Alberta sebagai tulang punggung ketahanan energi dan pangan Kanada. Selain itu, Indonesia mendorong penguatan hubungan antarmasyarakat melalui kerja sama pendidikan tinggi dan kolaborasi antaruniversitas.
Premier Alberta, Danielle Smith, menyambut positif agenda penguatan kerja sama yang ditawarkan Indonesia. Bahkan, Pemerintah Alberta mengindikasikan ketertarikan melakukan kunjungan kerja ke Indonesia guna menjajaki peluang kerja sama lebih konkret.
“Indonesia dinilai merupakan negara penting dan strategis. Provinsi Alberta ingin memiliki hubungan kerja sama lebih kuat ke depannya,” ujar Danielle.
Di sektor energi, Alberta menyatakan kesiapan memperkuat kerja sama dengan Indonesia untuk mendukung ketahanan energi nasional. Pemerintah Alberta juga membuka peluang investasi BUMN Indonesia di sektor kilang minyak Kanada.
Selain bertemu pemerintah Alberta, rombongan Indonesia juga melakukan pertemuan dengan Chamber of Commerce of Edmonton dan Edmonton Global. Pertemuan membahas peluang penguatan investasi dan kemitraan bisnis antara pelaku usaha Alberta dan Indonesia.
Rangkaian kunjungan ditutup dengan pertemuan bersama University of Alberta (UofA), salah satu universitas riset terkemuka di Kanada. Indonesia mendorong penguatan kerja sama pendidikan, termasuk kolaborasi bidang teknik perminyakan dan pengembangan pusat studi kawasan Asia Pasifik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....