Iran Tegaskan Perdamaian Harus Disertai Jaminan Keamanan Menyeluruh

  • 13 Mei 2026 21:11 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Iran menegaskan perdamaian harus dibangun di atas jaminan keamanan yang menyeluruh dan mampu menghentikan seluruh bentuk kekerasan.
  • Bagi Iran terdapat tiga syarat utama yang harus dipenuhi dalam proses perdamaian.
  • Iran menginginkan perdamaian yang tetap menghormati hak-hak negaranya.

RRI.CO.ID, Jakarta - Iran menegaskan perdamaian harus dibangun di atas jaminan keamanan yang menyeluruh dan mampu menghentikan seluruh bentuk kekerasan. Demikian ditekankan Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi usai memberikan kuliah umum di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Jakarta, Rabu, 13 Mei 2026.

Menurut Dubes Boroujerdi, bagi Iran terdapat tiga syarat utama yang harus dipenuhi dalam proses perdamaian. “Yang pertama adalah bisa dijamin, kedua adalah bisa dijamin menyeluruh dan juga bisa menyebabkan penghentian perang,” ujarnya memaparkan.

Dubes Boroujerdi menjelaskan, jaminan tersebut berarti adanya kepastian bahwa pihak yang menyerang Iran tidak kembali membangun kekuatan untuk melancarkan agresi baru. Selain itu, perdamaian juga harus mencakup seluruh kawasan dan memastikan penghentian seluruh bentuk kekerasan yang terjadi di Iran.

Dubes Boroujerdi menambahkan, Iran menginginkan perdamaian yang tetap menghormati hak-hak negaranya. Termasuk, hak memanfaatkan teknologi untuk tujuan damai dan mempertahankan kemampuan militernya.

“Di mana dalam perdamaian ini hak kami bisa diberikan. Dan, hak kami diberikan penghormatan, kemampuan kami diberikan penghormatan,” kata Dubes Boroujerdi menegaskan.

Menurutnya, dalam kerangka perdamaian tersebut juga harus ada penegasan yang jelas mengenai pihak agresor dan pihak yang menjadi korban agresi. Iran, lanjutnya, menilai pengakuan terhadap hak-hak negara menjadi elemen penting untuk menciptakan stabilitas jangka panjang di kawasan.

Pada kesempatan itu Dubes Boroujerdi turut memberikan apresiasi kepada Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) Jakarta yang telah menyelenggarakan kuliah umum. Ia menilai, acara itu memberikan kesempatan untuk berdiskusi mengenai kondisi di kawasan Asia Barat dan Timur Tengah.

“Pertemuan hari ini merupakan pertemuan yang baik, kami berkesempatan untuk diskusi keadaan dan kondisi terakhir di kawasan Asia Barat dan juga Timur Tengah. Begitu juga kami bisa melakukan pertukaran pikiran apa tugas dan tanggung jawab para akademisi dan yang kami namakan kaum kampus,” ujar Dubes Boroujerdi dalam kuliah umum bertajuk “Negosiasi Islamabad: Perspektif Iran”

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....