Dubes Iran Tanggapi Kunjungan Presiden Trump ke Beijing Bertemu Presiden Xi

  • 13 Mei 2026 22:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Iran menilai kunjungan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ke Beijing, sebagai upaya mencari jalan keluar dari situasi geopolitik yang dinilai semakin sulit bagi AS.
  • Iran memahami bahwa AS memiliki kepentingan strategis dengan negara-negara sekutunya, termasuk dalam kunjungan Trump ke Tiongkok.
  • Presiden Trump mengatakan, ia tidak membutuhkan bantuan Tiongkok untuk mengakhiri perang melawan Iran.

RRI.CO.ID, Jakarta - Iran menilai kunjungan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ke Beijing, sebagai upaya mencari jalan keluar dari situasi geopolitik yang dinilai semakin sulit bagi AS. Kata Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi ditemui usai memberikan kuliah umum di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Jakarta, Rabu, 13 Mei 2026.

Adapun Trump dijadwalkan akan tiba di Beijing, Tiongkok pada Rabu, 13 Mei 2026 waktu setempat. Dubes Boroujerdi menilai Trump kerap menyampaikan informasi yang tidak sesuai fakta terkait situasi Timur Tengah (Timteng) dan hubungan Iran dengan negara-negara lain.

Ia mengatakan Iran memahami bahwa AS memiliki kepentingan strategis dengan negara-negara sekutunya, termasuk dalam kunjungan Trump ke Tiongkok. Namun, Teheran memandang langkah diplomatik tersebut tidak terlepas dari tekanan yang sedang dihadapi Washington di Timteng maupun dalam dinamika ekonomi global.

“Tentu Iran sama seperti AS memiliki sekutunya dan apa yang dilakukan oleh AS saat ini. Kunjungan ini mungkin merupakan bagian dari upaya mereka untuk mencari jalan keluar dari situasi di mana mereka terjebak,” ucapnya menekankan.

Secara khusus Boroujerdi juga menyinggung isu Selat Hormuz yang belakangan kembali menjadi perhatian dunia internasional. Ia membantah tuduhan bahwa Iran melakukan blokade terhadap jalur pelayaran strategis tersebut.

“Selat Hormuz tentu tidak diblokade oleh Iran, “mereka” adalah pihak yang menutup akses selat ini. Yang saya maksud dari “mereka” adalah secara tepat adalah AS,” ujarnya.

Boroujerdi menegaskan posisi Iran tetap konsisten bahwa Selat Hormuz harus terbuka bagi seluruh negara dan tidak boleh dimanfaatkan secara sepihak. Ia menilai jalur perdagangan internasional seharusnya memberikan keuntungan bersama bagi seluruh negara yang bergantung pada lalu lintas energi dan perdagangan di kawasan tersebut.

“Kami percaya dan memang pendirian kami adalah selat ini (Selat Hormuz-red) terbuka dan bisa dimanfaatkan oleh seluruh pihak atau tidak sama sekali. Apabila Iran dan negara-negara yang bersekutu dengan Iran tidak bisa mendapatkan manfaat dari selat ini, maka kami tidak bisa menerima kerangka seperti itu,” kata Dubes Boroujerdi.

Sementara, Presiden Trump mengatakan, ia tidak membutuhkan bantuan Tiongkok untuk mengakhiri perang melawan Iran. Hal itu disampaikan Trump sesaat sebelum keberangkatannya ke Beijing, Selasa, 12 Mei 2026 waktu setempat.

Presiden Trump akan tiba di Beijing pada Rabu malam, setelah upacara penyambutan, akan menuju hotelnya. Presiden Trump akan menghadiri jamuan makan malam kenegaraan pada hari Kamis dan makan siang kerja dengan Presiden Xi Jinping pada hari Jumat, dilansir Al Jazeera.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....