UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan Terakhir Terhadap Jenazah Praka Rico Pramudia

  • 27 Apr 2026 18:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Upacara peringatan khidmat digelar di Beirut untuk menghormati dedikasi dan pengorbanan penjaga perdamaian UNIFIL asal Indonesia, Praka Rico Pramudia, Minggu, 26 April 2026.
  • Kepala Misi dan Komandan Pasukan UNIFIL, Mayor Jenderal Diodato Abagnara, memimpin upacara dan memberikan penghormatan atas pengabdian prajurit berusia 31 tahun itu.
  • Serangan terhadap penjaga perdamaian dinilai sebagai pelanggaran berat hukum humaniter internasional serta resolusi Dewan Keamanan PBB 1701.

RRI.CO.ID. Beirut - Upacara peringatan khidmat digelar di Beirut untuk menghormati dedikasi dan pengorbanan penjaga perdamaian UNIFIL asal Indonesia, Praka Rico Pramudia, Minggu, 26 April 2026. Almarhum gugur pada Jumat, 24 April 2026 setelah mengalami luka parah akibat ledakan proyektil di pangkalan tempatnya bertugas bulan lalu.

Kepala Misi dan Komandan Pasukan UNIFIL, Mayor Jenderal Diodato Abagnara, memimpin upacara dan memberikan penghormatan atas pengabdian prajurit berusia 31 tahun itu. Praka Rico menjadi penjaga perdamaian Indonesia keempat yang gugur dalam waktu kurang dari sebulan di Lebanon selatan.

“Anda datang ke sini, jauh dari rumah, untuk mengabdi di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), untuk membawa perdamaian ke negeri ini. Dan, di sini Anda memberikan segalanya,” ujar Abagnara dilansir laman UNIFIL.

Abagnara menegaskan pengorbanan tersebut akan menjadi pengingat bagi seluruh pasukan untuk tetap melanjutkan misi perdamaian. “Sebagai prajurit, kami akan tetap teguh, tetap bersatu, dan tetap waspada. Beginilah cara kami menghormati Anda,” ucapnya menambahkan.

Praka Rico Pramudia diketahui meninggalkan seorang istri dan seorang putra kecil. Penugasan di UNIFIL merupakan misi luar negeri pertamanya sejak tiba di Lebanon pada April 2025 lalu.

Sementara, upacara tersebut turut dihadiri Duta Besar RI untuk Lebanon Dicky Komar. Kemudian, perwakilan Kementerian Pertahanan Nasional dan Angkatan Darat Lebanon Brigadir Jenderal Maroun Azzi, serta perwakilan kontingen Indonesia di UNIFIL.

Insiden yang menyebabkan gugurnya Pramudia terjadi akibat ledakan proyektil di posisi pasukan PBB. Serangan terhadap penjaga perdamaian dinilai sebagai pelanggaran berat hukum humaniter internasional serta resolusi Dewan Keamanan PBB 1701.

Upacara penghormatan ini menjadi simbol penghargaan atas dedikasi para penjaga perdamaian yang bertugas di wilayah konflik. Sekaligus, pengingat akan risiko besar yang mereka hadapi dalam menjalankan mandat internasional.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....