Presiden Prabowo Apresiasi Dukungan Rusia dalam Keanggotaan Indonesia di BRICS
- 14 Apr 2026 14:16 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Rusia atas dukungan terhadap keanggotaan Indonesia di BRICS.
- Presiden menegaskan dukungan Rusia menjadi faktor penting dalam mempercepat proses masuknya Indonesia ke dalam kelompok tersebut.
- Presiden Putin menyambut baik bergabungnya Indonesia sebagai anggota BRICS
RRI.CO.ID, Moskow - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Rusia atas dukungan terhadap keanggotaan Indonesia di BRICS. Presiden menegaskan dukungan Rusia menjadi faktor penting dalam mempercepat proses masuknya Indonesia ke dalam kelompok tersebut.
“Saya datang hari ini intinya adalah untuk mengucapkan terima kasih kepada Presiden Putin dan Pemerintah Rusia untuk dukungan kepada Indonesia. Pertama, kami diterima begitu cepat di BRICS,” ujar Presiden Prabowo dalam pertemuan bilateral bersama Presiden Vladimir Putin di Istana Kremlin, Moskow, Senin,13 April 2026.
Dalam kesempatan yang sama, Putin menyambut baik bergabungnya Indonesia sebagai anggota BRICS. Ia menilai kehadiran Indonesia membuka peluang baru dalam penguatan hubungan bilateral kedua negara.
“Indonesia sudah menjadi anggota BRICS. Hal ini membuka peluang baru untuk mengembangkan kerja sama kita,” kata Putin.
Pertemuan tersebut juga menegaskan komitmen Indonesia dan Rusia untuk mempererat hubungan bilateral ke depan. Kedua negara sepakat memperluas kemitraan strategis di berbagai sektor yang saling menguntungkan.
BRICS merupakan forum negara berkembang yang berperan dalam kerja sama ekonomi, politik, hingga keamanan global. Anggota BRICS meliputi Brasil, Rusia, India, Tiongkok, Afrika Selatan, serta sejumlah negara lain termasuk Indonesia.
Indonesia resmi menjadi anggota penuh BRICS pada Senin, 6 Januari 2025. Hal ini ditandai dengan partisipasi aktif Presiden Prabowo Subianto dalam KTT BRICS.
Bergabungnya Indonesia bertujuan untuk memperkuat posisi negara berkembang, memperluas akses ekonomi, dan memperjuangkan kepentingan Global South. Langkah ini sesuai dengan politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....