Alumni Indonesia-Malaysia Gelar Lari Serentak Jakarta-Putrajaya

  • 10 Mei 2026 10:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Ikatan Alumni Pelajar Indonesia Malaysia menggelar kegiatan lari serentak di Jakarta dan Putrajaya untuk mempererat hubungan antarbangsa.
  • Acara olahraga bertajuk Twin City Program tersebut melibatkan partisipasi alumni serta generasi muda yang berminat menempuh pendidikan tinggi.
  • Hubungan diplomatik antara Indonesia dan Malaysia diperkuat melalui interaksi masyarakat akar rumput guna mencapai kesejahteraan ekonomi bersama.

RRI.CO.ID, Jakarta - Ikatan Alumni Pelajar Indonesia Malaysia menggelar lari serentak di Jakarta pada Minggu, 10 Mei 2026. Agenda olahraga bertajuk Twin City Program tersebut bertujuan untuk mempererat jalinan persaudaraan antaralumni kedua negara serumpun ini sekarang.

Ratusan peserta berkumpul di halaman Gedung Kementerian Diktisaintek Senayan untuk mengikuti ajang persahabatan internasional yang sangat meriah sekali. Kegiatan ini menjadi momentum sangat penting dalam memperingati 70 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dengan Malaysia tersebut.

"Kegiatan ini memang kegiatan pertama yang kami adakan, Twin City Program Putrajaya-Jakarta. Harapannya ini bisa menjadi event tahunan untuk mengeratkan alumni-alumni pelajar Indonesia yang kuliah ke Malaysia," ujar Koordinator Presidium Ikatan Alumni Pelajar Indonesia Malaysia (IKAPIM) Abdis Salam.

Organisasi alumni ini memilih aktivitas olahraga sebagai alternatif pertemuan formal yang biasanya hanya berisi seminar atau diskusi akademik. Pertemuan tersebut dirancang agar para anggota dapat berinteraksi secara santai sambil menjaga kesehatan tubuh mereka masing-masing.

"Targetnya biar kita punya acara kumpul yang lebih fun, yang lebih kalau biasanya kan kita ada diskusi-diskusi. Nah, kami juga menghadirkan ini buat para alumni biar berkumpul dengan cara yang berbeda," ujarnya.

Pihak penyelenggara menjalin komunikasi intensif setiap pekan guna menyatukan pelaksanaan teknis di dua lokasi yang berbeda negara tersebut. Koordinasi daring dilakukan untuk mengatasi kendala perbedaan waktu operasional antara Kota Jakarta dengan wilayah Putrajaya Malaysia.

"Ini termasuk konsep pertama kali yang kita melangsungkan di dua negara karena bisa dilihat di situ kita melangsungkan di Jakarta dan di Putrajaya di Malaysia. Jadi ibaratkan kenapa kita adakan event lari, karena kita ingin bersama-sama sehat dan hubungan ke depannya kita juga semakin erat," kata Ketua Panitia Pelaksana atau Chairman of Organizing Committee (OC) Alumni Run Putrajaya-Jakarta Elwin Setia Avietta.

Persiapan singkat acara ini ternyata membuahkan hasil positif karena jumlah pendaftar justru melampaui target kuota yang tersedia sebelumnya. Banyak alumni yang menduduki jabatan strategis nasional turut hadir memberikan dukungan penuh terhadap kelancaran agenda lari bersama tersebut.

Ketua Panitia Pelaksana atau Chairman of Organizing Committee (OC) Alumni Run Putrajaya-Jakarta Elwin Setia Avietta. (Foto: RRI/Danang Sundoro)

"Yang ikut acara ini hampir 75 persen alumni, jadi memang sisanya kebanyakan anak-anak muda yang pengen cari tahu kuliah di Malaysia itu seperti apa. Jadi mereka juga ikut larinya, ikut acara pengen tahu juga cara kuliah di luar negeri gimana," ucapnya.

Keterlibatan aktif para mantan pelajar luar negeri menjadi instrumen efektif dalam memperkuat konektivitas sosial pada level masyarakat bawah. Sektor pendidikan memiliki peran krusial bagi terciptanya keharmonisan jangka panjang antara penduduk Indonesia dengan warga negara tetangga Malaysia.

"Kita punya trade yang besar antara Indonesia dan Malaysia, 26 bilion dolar pada tahun lalu. Jadi hubungan antara rakyat inilah yang banyak mengeratkan sebenarnya jalinan muafakat dan muhibah antara Malaysia dan Indonesia," ucap Pelaksana Tugas (Plt.) Duta Besar Malaysia untuk Indonesia Farzamie Sarkawi.

Farzamie menyatakan kegiatan luar ruang ini merupakan wujud nyata dari pemahaman budaya yang sangat mendalam bagi masyarakat. Momentum olahraga serumpun menjadi simbol keakraban kedua bangsa sebelum merayakan hari ulang tahun kerja sama diplomatik secara resmi.

"Ini kita juga mengambil hasrat bagaimana hubungan Malaysia-Indonesia sudah mencapai umurnya 70 tahun. Nah, ini antara signifikannya kenapa kita laksanakan program ini, untuk menunjukkan keakraban Malaysia-Indonesia inilah," katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....