Forum ASEAN, Presiden Prabowo Ungkit Tewasnya Prajurit Indonesia di Lebanon

  • 08 Mei 2026 20:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • 3. Presiden Prabowo mendorong pengaruh ASEAN ditengah ketidakpastian global
  • 1. Presiden Prabowo Subianto menuntut akuntabilitas atas tewasnya prajurit TNI dalam misi perdamaian PBB di Lebanon
  • 2.Presiden Prabowo menilai keselamatan warga negara harus menjadi perhatian utama negara-negara ASEAN

RRI.CO.ID, Filipina- Presiden Prabowo Subianto menuntut akuntabilitas dan pentingnya penghormatan terhadap mandat pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Presiden Prabowo mengatakan Indonesia kehilangan empat prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam misi perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL).

Menurut Presiden, keselamatan personel penjaga perdamaian harus dijamin dan dihormati oleh semua pihak yang terlibat dalam konflik. Penegasan itu disampaikan Presiden Prabowo dalam pidatonya pada sesi pleno Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN yang digelar di Mactan Expo, Cebu, Filipina.

“Kita telah kehilangan prajurit Indonesia yang bertugas bersama Perserikatan Bangsa-Bangsa. Kita menuntut akuntabilitas bahwa tugas-tugas penjaga perdamaian harus dihormati oleh semua pihak,” kata Presiden Prabowo menegaskan, Jumat, 8 Mei 2026.

Kepala Negara menyampaikan pentingnya perlindungan warga negara diberbagai negara termasuk pasukan perdamaian PBB. Keselamatan warga negara harus menjadi perhatian utama negara-negara ASEAN di tengah dinamika global saat ini.

"Perlindungan warga negara kita harus tetap menjadi prioritas utama," kata Presiden. Presiden mengatakan banyak warga dari negara-negara ASEAN yang berada di luar negeri.

Oleh sebab itu, diperlukan kerja sama dan koordinasi yang erat antarnegara ASEAN. Menurut Kepala Negara, pendekatan bersama ASEAN menjadi langkah penting dalam memperkuat perlindungan dan penanganan warga negara dalam situasi darurat.

"Saya pikir kita harus memiliki pendekatan ASEAN yang sama. Indonesia bersedia bekerja sama erat dengan rekan-rekan kita dari ASEAN," ujar Kepala Negara.

Presiden Prabowo menyambut baik semangat solidaritas yang ditunjukkan negara-negara ASEAN dalam membantu proses perlindungan dan evakuasi warga negara. Kolaborasi tersebut mencerminkan kuatnya semangat kebersamaan di antara negara anggota ASEAN.

"Saya menyambut baik. Contoh Singapura yang menawarkan untuk juga bekerja sama dengan negara-negara lain jika kita harus mengevakuasi warga negara kita,” ujar Presiden Prabowo.

Selanjutnya, Presiden Prabowo turut menekankan pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional dan perlindungan masyarakat sipil. Presiden Prabowo menegaskan, ASEAN harus mampu bersikap dan satu suara dalam menyikapi berbagai pelanggaran terhadap hukum internasional.

"Dalam melindungi warga sipil kita, ASEAN harus berbicara dengan satu suara. Kita harus menuntut semua pihak untuk menjunjung tinggi hukum internasional dan memajukan akuntabilitas atas pelanggaran," katanya.

ASEAN, kata Presiden Prabowo, harus menunjukan pengaruhnya dipercaturan politik global. "Inilah saatnya bagi ASEAN untuk menunjukkan pengaruhnya, kita harus memiliki suara politik kolektif yang kuat," ucap Presiden Prabowo.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....