Florikultura Lokal Raup Potensi Transaksi Rp17,05 Miliar di Korea Selatan

  • 06 Mei 2026 22:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Florikultura Indonesia raup potensi transaksi Rp17,05 miliar di ajang International Horticulture Goyang.
  • Tanaman hias seperti sedap malam dan krisan diminati pasar Korea Selatan yang tinggi.
  • Kolaborasi KBRI dan ITPC dorong peluang ekspor florikultura nasional ke pasar global.

RRI.CO.ID, Goyang - Duta Besar RI untuk Korea Selatan Cecep Herawan menyambut baik partisipasi pengusaha tanaman hias dalam International Horticulture Goyang. Cecep menyebut kehadiran tanaman endemik Indonesia sangat efektif untuk menyasar pasar bunga potong yang tinggi di Korea Selatan.

Produk tanaman hias asal Indonesia berhasil mencatatkan potensi transaksi sebesar 1,1 juta dolar Amerika Serikat (AS). Capaian tersebut setara dengan Rp17,05 miliar pada ajang International Horticulture Goyang Korea di Korea Selatan.

Berbagai hasil budi daya seperti bunga sedap malam dan krisan menjadi primadona selama pameran berlangsung. Tanaman eksotis ini turut menambah semerbak wangi musim semi pada wilayah Ilsan Lake Park tersebut.

“KBRI Seoul menyambut baik partisipasi ASBINDO dalam International Horticulture Goyang tahun ini yang menghadirkan florikultura dan tanaman endemik Indonesia. Pasar florikultura di Korea Selatan cukup tinggi, terutama untuk bunga potong,” ujar Cecep di Goyang, Korea Selatan, Rabu, 6 Mei 2026.

Paviliun Indonesia menghadirkan 11 petani yang tergabung dalam Asosiasi Bunga Indonesia (ASBINDO) pada ajang bergengsi. Koleksi tanaman endemik seperti sri rejeki hingga keladi menjadi daya tarik utama bagi pengunjung luar negeri.

Teknik kultur jaringan juga dipamerkan untuk menunjukkan kualitas budidaya modern para petani florikultura dari Tanah Air. Keikutsertaan ini merupakan hasil kolaborasi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Seoul dengan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Busan.

Kepala Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Busan Husodo Kuncoro Yakti menyatakan produk florikultura Indonesia memiliki peluang bagus. Husodo menyebut besarnya ketertarikan pasar lokal menjadi modal kuat untuk segera merealisasikan ekspor tanaman ke Korea.

“Capaian potensi transaksi tahun ini menunjukkan bahwa produk florikultura dari Indonesia mempunyai peluang yang cukup baik di Korea Selatan. Kami akan menindaklanjuti potensi ini,” kata Husodo.

Koordinator Bidang Sertifikasi dan Kompetensi ASBINDO Virginanty menyampaikan antusiasme besar atas kolaborasi promosi tanaman hias tersebut. Keindahan bunga potong asal Indonesia dipercaya akan semakin diminati oleh para kolektor tanaman di Korea Selatan.

“Kami sangat senang dapat berkolaborasi bersama ITPC Busan untuk mempromosikan tanaman hias dan bunga potong Indonesia di Korea Selatan. Keindahan bunga dan tanaman adalah bahasa universal,” ujar Virginanty.

Total perdagangan Indonesia dengan Korea Selatan pada awal tahun 2026 telah menembus angka 4,27 miliar dolar. Indonesia tercatat meraih surplus perdagangan sebesar 411,70 juta dolar terhadap negara mitra strategis di Asia Timur.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....