KTT ASEAN 2026, Mendag Budi Santoso Perkuat Kerja Sama Ekonomi Regional
- 06 Mei 2026 22:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Mendag Budi Santoso perkuat kerja sama regional melalui KTT ke-48 ASEAN.
- Forum ASEAN dorong integrasi ekonomi inklusif dan ketahanan kawasan menghadapi dinamika global.
- Indonesia fokus pada ketahanan pangan, rantai pasok, dan dukungan UMKM di Asia Tenggara.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyatakan forum KTT ke-48 ASEAN menjadi sarana strategis memperkuat kerja sama kawasan. Budi menyebut integrasi ekonomi yang inklusif sangat penting untuk menghadapi dinamika global yang semakin kompleks saat ini.
“Kehadiran Indonesia dalam rangkaian KTT ke-48 ASEAN merupakan bentuk komitmen untuk memperkuat kerja sama ekonomi regional yang tangguh dan adaptif. Indonesia ingin memastikan ASEAN tetap menjadi motor pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” ujar Budi di Jakarta, Rabu, 6 Mei 2026.
Mendag bertolak menuju Cebu, Filipina pada hari Rabu, 6 Mei 2026. Ia dijadwalkan menghadiri rangkaian pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 Association of Southeast Asian Nations (ASEAN).
Agenda utama kunjungan tersebut adalah Pertemuan Gabungan Para Menteri Luar Negeri dan Para Menteri Ekonomi ASEAN. Acara penting ini akan berlangsung secara resmi mulai tanggal 7 hingga 8 Mei tahun 2026.
Filipina mengusung tema khusus yaitu ‘Navigating Our Future, Together’ pada periode Keketuaan ASEAN tahun 2026 ini. Sejumlah isu strategis global akan dibahas secara mendalam oleh seluruh delegasi negara anggota di kawasan tersebut.
Para pemimpin akan mendiskusikan upaya menjaga ketahanan energi serta merespons dinamika geopolitik dunia yang semakin kompleks. ASEAN juga mendorong penguatan koordinasi ekonomi guna meningkatkan ketahanan kawasan dalam menghadapi potensi krisis global.
Indonesia secara konsisten mendukung inisiatif ketahanan pangan dan penguatan rantai pasok barang esensial di Asia Tenggara. Dukungan terhadap Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi prioritas melalui optimalisasi mekanisme kerja sama internal.
“Kami berharap, KTT ke-48 ASEAN menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antar negara anggota dalam menjaga stabilitas kawasan. Serta mendorong kerja sama yang semakin erat dan responsif terhadap dinamika global,” kata Budi.
Budi juga akan mendampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam pertemuan dewan. Pertemuan tersebut bertajuk 27th ASEAN Economic Community Council Meeting.
Agenda tambahan lainnya adalah menghadiri Forum Bisnis Indonesia-Filipina yang diinisiasi oleh pihak Atase Perdagangan di Manila. Forum tersebut bertujuan menjajaki peluang kerja sama antar pelaku usaha secara langsung dari kedua belah negara.
Sementara itu, KTT ASEAN 2026 akan memfokuskan pembahasan pada ketahanan energi. Selain itu, isu ketahanan bencana juga menjadi prioritas utama dalam pertemuan tersebut, menyusul krisis yang berlangsung di Timur Tengah.
Sekretaris Komunikasi Kepresidenan Dave Gomez mengatakan, situasi tersebut menjadi tantangan terbesar dalam persiapan pertemuan tahunan para pemimpin Asia Tenggara. Pertemuan tersebut akan digelar di Cebu, dilansir dari ABS-CBN dan The Manila Times, Rabu, 6 Mei 2026.
Gomez menjelaskan bahwa agenda KTT harus mengalami penyesuaian sesuai arahan presiden. Hal tersebut agar para pemimpin dapat lebih banyak membahas isu ketahanan energi yang dihadapi negara-negara anggota ASEAN.
Menurutnya, krisis di Timur Tengah membuat isu energi menjadi semakin mendesak bagi kawasan. KTT ASEAN dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 7 Mei, dengan seluruh kepala negara anggota dipastikan hadir secara langsung di Cebu.
Sejumlah pertemuan pendahuluan juga telah berlangsung di Mactan sepanjang pekan ini sebagai bagian dari rangkaian agenda. Panitia penyelenggara juga telah membuka Pusat Media Internasional.
Pusat media tersebut akan menjadi pusat kerja bagi sekitar 800 hingga 1.000 jurnalis dari berbagai negara. Fasilitas ini disiapkan sebagai hub strategis untuk mendukung peliputan dan penyebaran informasi terkait KTT ASEAN 2026.
Direktur Jenderal ASEAN 2026 Hellen de la Vega mengatakan penyelenggaraan KTT juga mengikuti kebijakan efisiensi, sebagian pertemuan dilakukan daring. Meski demikian, pertemuan tatap muka tetap menjadi agenda utama dalam forum tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....