Ketua ASEAN Filipina Undang Presiden Prabowo Hadiri KTT ke-48 di Cebu
- 01 Mei 2026 01:11 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Ketua ASEAN 2026, Filipina, telah mengirimkan undangan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk hadir dalam KTT ke-48 pada 7 – 8 Mei di Cebu.
- Filipina mengundang Presiden RI untuk hadir dalam tiga agenda utama selama KTT ASEAN ke-48.
- Rangkaian KTT ASEAN dimulai Rabu, 6 Mei 2026 pada tingkat pejabat senior (Senior Officials Meeting/SOM), dilanjutkan pertemuan tingkat menteri pada 7 Mei.
RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua ASEAN 2026, Filipina, telah mengirimkan undangan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk hadir dalam KTT ke-48 pada 7 – 8 Mei di Cebu. Namun, konfirmasi kehadiran masih menunggu informasi dari pihak istana.
“Sama seperti yang Cebu ini, sudah di kalender (agenda-red), sudah dikirim undangannya. Mengenai konfirmasi kehadiran kami tentunya menunggu pihak istana untuk menjawab konfirmasi kehadiran,” kata Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN Kemlu RI, Ina H. Krisnamurthi dalam media gathering, Kamis, 30 April 2026, sore di Gedung Nusantara, Jakarta.
Ina menjelaskan, Filipina mengundang Presiden RI untuk hadir dalam tiga agenda utama selama KTT ASEAN ke-48. Di antaranya, KTT BIMP-EAGA atau Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area
“Semua (agenda-red) juga sudah dimasukkan untuk yang Cebu, tanggal 7–8 Mei. Pak Presiden itu diundang untuk BIMP-EAGA, pleno, dan retreat,” ujar Ina menambahkan.
Sementara, rangkaian KTT ASEAN dimulai Rabu, 6 Mei 2026 pada tingkat pejabat senior (Senior Officials Meeting/SOM), dilanjutkan pertemuan tingkat menteri pada 7 Mei. Serta KTT BIMP-EAGA pada malam harinya.
Sedangkan, puncak KTT ASEAN akan berlangsung Jumat, 8 Mei 2026 dalam format pleno dan retreat. Ina menjelaskan, SOM berperan penting dalam mempersiapkan KTT, termasuk merampungkan draf dokumen hasil pertemuan para pemimpin.
“Untuk SOM kita adalah pertemuan mempersiapkan KTT atau summit dengan agenda-agenda. Yang tentunya salah satunya adalah menyelesaikan drafting dokumen hasil dari KTT itu sendiri,” ujarnya memaparkan.
KTT ASEAN ke-48 mengusung tema Navigating Our Future Together dan disebut memiliki kekhususan dibandingkan KTT sebelumnya. Filipina sebagai ketua ASEAN tahun ini memilih untuk memfokuskan pembahasan pada dampak konflik global, khususnya di Timur Tengah, terhadap kawasan.
“Biasanya ada interface dengan bisnis, parlemen, dan youth, tapi kali ini dihapus dan difokuskan pada dampak konflik global. Isu utama yang akan dibahas meliputi ketahanan energi, ketahanan pangan, serta stabilitas ekonomi kawasan,” kata Dirjen Kerja Sama ASEAN.
Selain KTT, Menteri Luar Negeri negara-negara ASEAN dijadwalkan mengikuti empat pertemuan utama, yakni ASEAN Foreign Ministers Meeting (AMM). Kemudian, ASEAN Political-Security Community Council, ASEAN Coordinating Council (ACC), serta pertemuan gabungan Menlu dan Menteri Ekonomi ASEAN.
Ina menilai, pertemuan gabungan tersebut merupakan langkah penting dalam menjawab kritik terhadap koordinasi lintas sektor di ASEAN. “Ini adalah upaya Filipina menjawab tantangan dari banyak pihak yang mengkritisi ASEAN,” ucapnya.
KTT ASEAN ke-48 ditargetkan menghasilkan sekitar 24 dokumen hasil. Namun, menurut Ina, dokumen yang paling disorot adalah yang berkaitan dengan upaya menjaga stabilitas dan ketahanan kawasan, terutama di bidang ekonomi dan pembangunan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....