PEA Diserang Rudal, Indonesia Desak Penghormatan Terhadap Gencatan Senjata

  • 06 Mei 2026 10:41 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Indonesia menyampaikan keprihatinan mendalam atas laporan serangan rudal dan pesawat tanpa awak yang menargetkan fasilitas minyak di emirat timur Fujairah, Persatuan Emirat Arab (PEA), Senin, 4 Mei 2026.
  • Secara khusus Indonesia mendesak seluruh pihak untuk menahan diri secara maksimal, menghormati sepenuhnya gencatan senjata, serta menjunjung tinggi hukum internasional.
  • Indonesia siap mendukung berbagai upaya yang bertujuan untuk meredakan eskalasi.
RRI.CO.ID, Jakarta - Indonesia menyampaikan keprihatinan mendalam atas laporan serangan rudal dan pesawat tanpa awak yang menargetkan fasilitas minyak di emirat timur Fujairah, Persatuan Emirat Arab (PEA), Senin, 4 Mei 2026. Kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang kepada RRI, Rabu, 6 Mei 2026 di Jakarta.

Yvonne menyebut, Indonesia menilai Serangan semacam itu berisiko semakin meningkatkan ketegangan dan merusak gencatan senjata. Serta mengganggu rantai pasokan energi global dan keamanan energi secara lebih luas, dengan dampak yang melampaui kawasan tersebut.

Secara khusus Indonesia mendesak seluruh pihak untuk menahan diri secara maksimal, menghormati sepenuhnya gencatan senjata, serta menjunjung tinggi hukum internasional. Termasuk, pelindungan terhadap infrastruktur sipil.

"Indonesia mendesak seluruh pihak untuk menahan diri secara maksimal, menghormati sepenuhnya gencatan senjata, serta menjunjung tinggi hukum internasional, termasuk pelindungan terhadap infrastruktur sipil," ujar Yvonne.

Yvonne mengungkapkan, Indonesia siap mendukung berbagai upaya yang bertujuan untuk meredakan eskalasi. "Serta, mendorong dialog menuju perdamaian dan stabilitas yang berkelanjutan di kawasan," ucapnya menambahkan.


Sebelumnya, rudal dan pesawat tanpa awak membakar sebuah kilang minyak di emirat timur Fujairah serta melukai tiga warga negara India, Senin, 4 Mei 2026 waktu setempat. Serangan ini merupakan yang pertama di PEA sejak Iran dan Amerika Serikat menyepakati gencatan senjata pada 8 April.

Kementerian Pertahanan PEA menyatakan pertahanan udaranya mencegat 12 rudal balistik, tiga rudal jelajah, dan empat pesawat tanpa awak yang diluncurkan dari Iran sepanjang hari. Sedangkan, Kementerian Luar Negeri PEA mengecam dengan keras serangan teroris terbaru Iran yang tidak beralasan, yang menargetkan lokasi dan fasilitas sipil di negara ini, demikian dilansir Al Jazeera.

Hingga saat ini belum ada respons dari pihak Iran pasca serangan rudal dan pesawat tanpa awak ke PEA. Namun, televisi pemerintah Iran sebelumnya mengutip seorang pejabat militer anonim yang mengatakan bahwa Teheran “tidak memiliki rencana” untuk menargetkan PEA atau salah satu ladang minyaknya, tulis AP dalam laporannya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....