PEA Keluar dari OPEC, Indonesia Pastikan Tak Pengaruhi Hubungan Bilateral
- 01 Mei 2026 16:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Indonesia memastikan keluarnya Persatuan Emirat Arab (PEA) dari Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) tidak mempengaruhi hubungan bilateral.
- Pemerintah Indonesia memandang perkembangan terbaru terkait dinamika OPEC sebagai bagian dari perubahan tata kelola energi global yang terus berkembang.
- Pemerintah akan terus mencermati perkembangan situasi secara menyeluruh, termasuk dampaknya terhadap perekonomian nasional dan ketahanan energi.
RRI.CO.ID, Jakarta - Indonesia memastikan keluarnya Persatuan Emirat Arab (PEA) dari Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) tidak mempengaruhi hubungan bilateral. Kata Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang dalam konferensi pers, Kamis, 30 April 2026 di Ruang Palapa, Kemlu RI, Jakarta.
“Dapat kami sampaikan kebijakan PEA tersebut tidak mempengaruhi hubungan bilateral yang selama ini terjalin. Maupun kerjasama strategis yang telah terbina antara Indonesia dan PEA,” ujar Yvonne menegaskan.
Yvonne menyebut, pemerintah menegaskan komitmennya untuk tetap menjaga hubungan baik dengan mitra internasional. Termasuk di sektor energi, di tengah dinamika global yang terus berubah.
Di sisi lain Pemerintah Indonesia memandang perkembangan terbaru terkait dinamika OPEC sebagai bagian dari perubahan tata kelola energi global yang terus berkembang. Yvonne menegaskan, Indonesia berharap dinamika tersebut tetap mendukung stabilitas pasar serta keamanan pasokan energi global.
“Kami melihat perkembangan ini sebagai bagian dari dinamika tata kelola energi global yang terus berkembang. Indonesia berharap situasi ini tetap mendukung stabilitas pasar dan keamanan pasokan energi global,” katanya.
Lebih lanjut, pemerintah akan terus mencermati perkembangan situasi secara menyeluruh, termasuk dampaknya terhadap perekonomian nasional dan ketahanan energi. “Pemerintah Indonesia akan terus memantau perkembangan ini secara komprehensif serta mengkaji implikasinya terhadap perekonomian dan ketahanan energi nasional,” ucapnya.
Adapun per 1 Mei 2026 PEA resmi keluar dari kelompok negara produsen minyak utama OPEC dan OPEC+ setelah hampir 60 tahun menjadi anggota. PEA menyatakan keputusan ini akan membantu mereka memenuhi meningkatnya permintaan energi global dalam jangka panjang.
Seiring dengan investasi yang telah dilakukan untuk meningkatkan kapasitas produksi, tulis BBC dalam laporannya. Sedangkan, Menteri Energi PEA mengatakan dengan tidak lagi memiliki kewajiban dalam kelompok tersebut, PEA akan memiliki fleksibilitas yang lebih besar.
PEA sendiri tersebut telah menginvestasikan miliaran dolar untuk meningkatkan kapasitas produksi minyaknya dari 3 juta menjadi 5 juta barel per hari (bph) pada 2027. Seiring meningkatnya kemampuan produksi, PEA menuntut kuota yang lebih besar dibandingkan yang selama ini ditetapkan untuknya, demikian dilansir Al Jazeera.
Sebelum pecahnya perang Iran dengan AS dan Israel 28 Februari lalu, kapasitas produksi PEA telah mencapai 4,8 juta barel per hari. Namun, berdasarkan kesepakatan OPEC, negara itu hanya diperbolehkan memproduksi 3,2 juta barel per hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....