Tango no Sekku, Festival Jepang untuk Anak Laki-Laki Setiap 5 Mei
- 05 Mei 2026 16:14 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Diperingati tiap 5 Mei, Tango no Sekku awalnya bagian dari tradisi musiman “Sekku” yang kemudian berkembang menjadi Hari Anak di Jepang.
- Maknanya bergeser pada era samurai, menekankan doa agar anak laki-laki tumbuh sehat, kuat, dan membawa kehormatan bagi keluarga.
RRI.CO.ID, Jakarta – Masyarakat Jepang memperingati Hari Anak setiap tanggal 5 Mei tiap tahunnya. Peringatan ini juga dikenal dengan istilah Tango no Sekku.
Tango no Sekku adalah festival tradisional Jepang yang dirayakan untuk mendoakan kesehatan dan kebahagiaan anak laki-laki. Mengutip laman Ningyo-Kyokai, pada awalnya hal ini merupakan bagian dari tradisi kuno “Sekku” atau hari perayaan musiman.
Dalam sejarahnya, istilah “tango” merujuk pada hari pertama dengan lambang zodiak kuda di bulan Mei. Namun, seiring waktu sejak periode Nara, perayaan ini ditetapkan setiap tanggal 5 Mei.
Hal ini dikarenakan pelafalan angka lima yang serupa dengan bunyi “go”. Memasuki zaman Edo, ketika kekuasaan bergeser dari kalangan bangsawan ke samurai, makna perayaan ini turut berubah.
Kata “shobu” yang berarti tanaman iris memiliki bunyi yang sama dengan “shobu” yang berarti semangat keprajuritan. Tango no Sekku akhirnya berkembang menjadi perayaan yang erat dengan nilai-nilai keberanian dan kekuatan, khususnya di keluarga samurai.
Tradisi ini berubah menjadi momen penting untuk mendoakan agar anak laki-laki dalam keluarga. Utamanya agar dapat tumbuh sehat, kuat, serta membawa kejayaan bagi garis keturunan.
Dalam perkembangannya, perayaan ini menjadi pelengkap Hinamatsuri yang diperingati setiap 3 Maret sebagai hari untuk anak perempuan. Dengan demikian, Tango no Sekku semakin dikenal sebagai hari khusus bagi anak laki-laki.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....