WHO Laporkan Kematian Virus Nipah di Bangladesh

  • 07 Feb 2026 14:49 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Dhaka — Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan satu kasus kematian akibat infeksi virus Nipah di Bangladesh. Pasien merupakan seorang perempuan berusia antara 40 hingga 50 tahun yang meninggal dunia pada Januari setelah tertular virus mematikan tersebut.

Melansir dari CNA, Sabtu, 7 Februari 2026, Bangladesh hampir setiap tahun melaporkan kasus Nipah. Kejadian ini muncul setelah dua kasus terdeteksi di India, yang memicu peningkatan pemeriksaan kesehatan di bandara-bandara di sejumlah negara Asia.

WHO menjelaskan bahwa pasien mulai mengalami gejala pada 21 Januari, diawali dengan demam dan sakit kepala. Kondisinya kemudian memburuk dengan munculnya hipersalivasi, disorientasi, dan kejang.

Ia meninggal sekitar satu minggu kemudian, sementara infeksi virus Nipah baru dikonfirmasi sehari setelah kematiannya. Pasien tidak memiliki riwayat perjalanan, namun diketahui mengonsumsi nira kurma mentah yang berpotensi terkontaminasi virus dari kelelawar.

Sebanyak 35 orang yang sempat melakukan kontak dengan pasien telah dipantau. Seluruhnya dinyatakan negatif virus Nipah, dan hingga kini tidak ditemukan kasus lanjutan.

WHO menegaskan bahwa meski tingkat kematian virus Nipah dapat mencapai hingga 75 persen, penularannya antarmanusia relatif terbatas. Organisasi tersebut menilai risiko penyebaran virus Nipah lintas negara masih rendah.

WHO tidak merekomendasikan pembatasan perjalanan atau perdagangan berdasarkan kondisi saat ini. Meski demikian, sejumlah negara seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Indonesia, dan Pakistan telah menerapkan pemeriksaan suhu tubuh di bandara sebagai langkah kewaspadaan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....