Tanker Diduga Iran Melintas Selat Lombok, Arah Kepulauan Riau

  • 04 Mei 2026 04:18 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • TankerTrackers.com melaporkan sebuah kapal tanker minyak mentah berukuran sangat besar (VLCC) kedua, yang terkait dengan Iran memasuki perairan Indonesia.
  • Perusahaan layanan intelijen maritim independen itu mengidentifikasi kapal tersebut sebagai DERYA.
  • Pakar Hubungan Internasional dari President University, Teuku Rezasyah mengingatkan, agar Indonesia tidak melibatkan diri dalam persengketaan dengan Iran.

RRI.CO.ID, Jakarta - Situs pemantau kapal tanker global, TankerTrackers.com, melaporkan VLCC kedua diduga terkait Iran memasuki perairan Indonesia. Kapal itu telah melintasi Selat Lombok dan kini bergerak menuju Kepulauan Riau.

Informasi tersebut merujuk laporan media Middle East Eye yang dirilis pada Senin (4/5/2026). Laporan itu menyoroti pergerakan kapal tanker di tengah pengawasan maritim yang meningkat.

TankerTrackers mengidentifikasi kapal tersebut sebagai DERYA. Kapal itu disebut sempat menghindari pemantauan Angkatan Laut Amerika Serikat setelah upaya pengiriman minyak ke India gagal.

“Setelah itu, kapal melanjutkan perjalanan ke selatan, saat kapal sejenis dialihkan kembali ke Iran oleh Angkatan Laut AS. Kini kapal tersebut menuju titik pertemuan di Kepulauan Riau,” tulis TankerTrackers di platform X.

Perkembangan ini menyusul laporan sebelumnya mengenai tanker HUGE. TankerTrackers mencatat kapal terkait Iran menghadapi berbagai nasib di tengah pembatasan maritim yang masih berlangsung.

Pakar Hubungan Internasional dari President University, Teuku Rezasyah menanggapi laporan TankerTrakers.com itu, Menurutnya, penting bagi otoritas Indonesia untuk memastikan setiap kapal yang masuk ke perairan melakukan pelaporan.

“Kalau menurut hemat saya, aturan keluar masuk ke selat itu ada aturannya, yaitu di dalam UN Convention on the Law of the Sea (UNCLOS). Negara-negara yang akan lewat itu harus lapor, mereka harus mengatakan kepada Indonesia berbendara apa, kaptennya siapa, muatannya apa, tujuannya kemana,” ujar Reza saat dihubungi RRI, Senin, 4 Mei 2026, malam melalui sambungan telepon.

“Indonesia jangan sampai kita ini terkesan tidak adil, bahwa dalam kondisi seperti ini. Kalau kapal Iran tersebut lewatnya normal, tidak memuat senjata, dan dia menghargai aturan-aturan yang ada di Indonesia, saya pikir silakan lewat.”

Reza juga mengingatkan, agar Indonesia tidak melibatkan diri dalam persengketaan dengan Iran. Sebab, menurutnya hal itu merujuk pada dua kapal milik PT Pertamina yang masih berada di Selat Hormuz.

“Kita juga jangan melibatkan diri dalam persengketaan dengan Iran, karena masih ada kapal kita yang belum beres kan. Jadi kalau kita lewatkan yang dua ini, nanti yang dua lagi (kapal PT Pertamina) bisa pulang,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....