Kemlu: 2.999 WNI Berhasil Dievakuasi, Situasi Kawasan Membaik di Timteng
- 01 Mei 2026 15:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah Indonesia melalui Kemlu terus memantau perkembangan dan memastikan keselamatan warga negara Indonesia (WNI) di wilayah tersebut.
- Hampir 3.000 WNI telah difasilitasi pemerintah Indonesia baik untuk evakuasi maupun repatriasi mandiri dari Timteng
- Kemlu bersama perwakilan RI di luar negeri telah melakukan berbagai upaya untuk memulangkan WNI.
RRI.CO.ID, Jakarta - Situasi di kawasan Timur Tengah (Timteng) khususnya negara-negara Teluk, dilaporkan berangsur stabil hingga akhir April 2026. Pemerintah Indonesia melalui Kemlu terus memantau perkembangan dan memastikan keselamatan warga negara Indonesia (WNI) di wilayah tersebut.
“Per 29 April kemarin, situasi di Timur Tengah khususnya di negara-negara Teluk, Bahrain, Kuwait, Qatar, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab terpantau berangsur stabil dan kondusif. Tidak terdapat laporan serangan rudal atau drone dalam beberapa hari terakhir,” ujar Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah dalam konferensi pers, Kamis, 30 April 2026 di Ruang Palapa, Kemlu RI, Jakarta.
Heni menambahkan bahwa aktivitas publik mulai kembali normal, termasuk operasional ruang udara di sebagian besar wilayah. “Aktivitas publik termasuk mayoritas ruang udara di Timur Tengah berangsur normal, sudah dibuka,” ucapnya menambahkan.
“Sehingga saat ini tercatat hanya Bandara Manama di Bahrain dan Baghdad di Irak yang masih tertutup untuk penerbangan.”
Meski kondisi membaik, Kemlu tetap mengimbau WNI agar meningkatkan kewaspadaan. Serta, WNI diimbau untuk berkomunikasi secara intensif dengan perwakilan terdekat.
“Namun demikian, kepada para WNI terus dihimbau untuk waspada dan menjaga komunikasi dengan perwakilan terdekat. Hal ini penting untuk memastikan keselamatan dan akses informasi terkini,” ujar Heni menekankan.
Dalam perkembangan terbaru, tidak ada lagi WNI yang terlantar akibat situasi sebelumnya. Serta, hampir 3.000 WNI telah difasilitasi pemerintah Indonesia baik untuk evakuasi maupun repatriasi mandiri.
“Dan per 29 April 2026 ini juga sudah tidak ada lagi WNI yang stranded (terlantar-red), sejumlah 2.999 WNI telah difasilitasi baik. Untuk evakuasi maupun repatriasi mandiri termasuk korban TNI dari Unifil,” kata Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI.
Heni memastikan, Kemlu bersama perwakilan RI di luar negeri telah melakukan berbagai upaya untuk memulangkan WNI. Utamanya bersama maskapai hingga memastikan penanganan WNI aman kembali ke tanah air.
“Penanganan dilakukan melalui koordinasi Kemlu dan perwakilan RI dengan maskapai dan pihak terkait. Juga memastikan akomodasi dan penanganan para WNI kembali ke tanah air dengan aman,” ucapnya.
Sementara, pemerintah Indonesia telah melakukan evakuasi WNI di Iran dalam tiga tahap. “Dan yang terakhir itu 13 orang WNI telah tiba di tanah air pada tanggal 21 April lalu,” katanya.
“Secara keseluruhan WNI di kawasan Timur Tengah terpantau dalam keadaan aman, namun demikian kewaspadaan tetap diperlukan. Dalam situasi darurat tentunya para WNI diimbau untuk menghubungi hotline perwakilan terdekat dan hotline pelindungan WNI di pusat.”
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....