Indonesia Desak PBB Tuntaskan Investigasi Insiden Pasukan UNIFIL
- 01 Mei 2026 06:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Indonesia terus mendesak PBB menuntaskan investigasi atas insiden yang menimpa pasukan pemelihara perdamaian Indonesia di misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
- Indonesia juga mendorong agar para pelaku yang terlibat dalam insiden yang terjadi di Lebanon itu segera diproses hukum guna menjamin akuntabilitas.
- Indonesia memberikan dukungan terhadap langkah UNIFIL yang telah melayangkan protes resmi kepada otoritas terkait atas insiden tersebut.
RRI.CO.ID, Jakarta - Indonesia terus mendesak PBB menuntaskan investigasi atas insiden yang menimpa pasukan pemelihara perdamaian Indonesia di misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Kata Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang dalam konferensi pers, Kamis, 30 April 2026 di Ruang Palapa, Kemlu RI, Jakarta.
“Sebagaimana yang terus kami sampaikan, Indonesia mencatat hasil investigasi awal. Dan terus meminta, mendesak PBB untuk menuntaskan penyelidikan ini secara menyeluruh,” ujar Yvonne.
Yvonne menegaskan, Indonesia juga mendorong agar para pelaku yang terlibat dalam insiden yang terjadi di Lebanon itu segera diproses hukum guna menjamin akuntabilitas. “Kami juga mendesak otoritas terkait untuk menyidik dan mengadili para pelaku guna memastikan akuntabilitas atas kejahatan yang terjadi terhadap personel pemelihara perdamaian kita,” ucapnya.
Lebih lanjut Yvonne mengungkapkan, Indonesia memberikan dukungan terhadap langkah UNIFIL yang telah melayangkan protes resmi kepada otoritas terkait atas insiden tersebut. Sementara, di tengah situasi keamanan yang semakin memanas dan bereskalasi di wilayah penugasan, Indonesia meminta PBB memperkuat langkah pengamanan pasukan perdamaian.
“Kami terus mendesak PBB untuk melanjutkan langkah-langkah pengamanan terhadap pasukan perdamaian kita guna memastikan keamanan dan keselamatan personel. Khususnya yang bertugas di UNIFIL,” ujar Yvonne menekankan.
Pemerintah Indonesia, lanjut Yvonne, akan terus mencermati dan mengevaluasi perkembangan situasi di lapangan. Sebagai bagian dari upaya memastikan perlindungan optimal bagi personel yang bertugas dalam misi perdamaian internasional.
United Nations Department of Peace Operation (UNDPO) telah melaporkan hasil investigasi awal penyebab tewasnya tiga personel RI UNIFIL di Lebanon Selatan. Sebelumnya, satu personel penjaga perdamaian Garuda UNIFIL gugur di Lebanon Selatan pada Minggu, 29 Maret 2026.
Diketahui Praka Farizal Rhomadhon gugur dalam serangan artileri tidak langsung mengenai posisi kontingen Indonesia di dekat Adchit Al Qusayr. 2 personel Garuda di UNIFIL lainnya kembali gugur di dekat Bani Haiyyan, Lebanon Selatan, Senin, 30 Maret 2026.
Hasil investigasi awal UNDPO menyebut, insiden melibatkan tembakan tank militer Israel menyebabkan gugurnya tiga personel penjaga perdamaian RI di UNIFIL. Indonesia juga mendorong agar dilakukan investigasi menyeluruh atas ledakan Jumat, 3 April 2026 di El Addaiseh, Lebanon Selatan.
Insiden ini kembali melukai tiga personel penjaga perdamaian Indonesia yang bertugas pada UNIFIL. Sayangnya, seorang pasukan penjaga perdamaian Praka Rico Pramudia meninggal dunia pada 24 April 2026, setelah dirawat intensif akibat luka serius yang dideritanya sejak insiden 29 Maret lalu.
Sehingga, saat ini tercatat empat pasukan penjaga perdamaian UNIFIL Indonesia telah gugur di Lebanon dalam insiden saling serang antara Israel dan Hizbullah. Indonesia terus mengutuk keras serangan Israel di Lebanon Selatan yang secara signifikan meningkatkan risiko yang dihadapi oleh personel penjaga perdamaian PBB.
Serta melemahkan pelaksanaan mandat dari UNIFIL sebagaimana yang sudah diatur dalam Resolusi Dewan Keamanan PBB nomor 1701. Resolusi yang diadopsi pada 11 Agustus 2006 ini bertujuan mengakhiri Perang Lebanon 2006 antara Israel dan Hizbullah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....