Putin Siap Bertemu Zelenskyy, tapi Ajukan Syarat Ketat
- 23 Apr 2026 15:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan siap bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, namun dengan syarat pertemuan harus berlangsung di Moskow dan bertujuan merampungkan kesepakatan.
- Ukraina mendorong dimulainya kembali pembicaraan damai trilateral dengan AS, tetapi menolak Moskow sebagai lokasi, sementara Rusia juga menolak opsi negara ketiga.
- Perbedaan posisi kedua pihak membuat negosiasi masih buntu, meski upaya diplomasi terus didorong di tengah konflik yang belum mereda.
RRI.CO.ID, Moskow - Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan kesiapan untuk bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. Pernyataan tersebut disampaikan oleh juru bicara Kremlin Dmitry Peskov pada Rabu, 22 April 2026, dilansir dari The Kyiv Independent.
Namun, kesiapan tersebut disertai sejumlah syarat yang dinilai dapat membatasi proses diplomasi. Pada hari yang sama, Zelenskyy menyerukan dimulainya kembali pembicaraan damai dengan format trilateral antara Ukraina, Rusia, dan Amerika Serikat.
Ia menegaskan bahwa Ukraina siap untuk melakukan pertemuan kapan saja dan di negara mana pun, kecuali Rusia dan Belarus. Meski demikian, negosiasi untuk mengakhiri perang saat ini masih mengalami kebuntuan, terutama setelah konflik Amerika Serikat dengan Iran.
Peskov menyatakan, Putin siap bertemu kapan saja di Moskow, dengan syarat pertemuan tersebut memiliki tujuan jelas dan produktif. Ia menekankan, pertemuan hanya dapat dilakukan untuk merampungkan kesepakatan yang telah disiapkan sebelumnya.
Sikap ini dinilai menunjukkan, Rusia lebih mengutamakan hasil akhir dibandingkan proses negosiasi terbuka. Di sisi lain, Zelenskyy menolak Moskow sebagai lokasi pembicaraan.
Sementara itu, Putin juga menolak bertemu di negara ketiga yang tidak terlibat dalam konflik, seperti Turki. Kondisi ini memperlihatkan perbedaan tajam dalam pendekatan kedua pihak, yang turut memperlambat upaya diplomasi.
Sebelumnya, Putin sempat bertemu dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Alaska pada Agustus 2025. Trump menyatakan tengah berupaya memfasilitasi pertemuan antara kedua pemimpin, meskipun Kremlin kemudian membantah adanya kesepakatan.
Trump juga sempat menyebut bahwa Putin enggan bertemu Zelenskyy karena alasan pribadi. Sejak dimulainya perang skala penuh, kedua pemimpin belum pernah kembali melakukan pertemuan tatap muka.
Pertemuan terakhir mereka terjadi pada 2019. Hingga kini, Ukraina terus mendesak dimulainya kembali negosiasi, sementara Rusia menyatakan pembicaraan bukan prioritas utama.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....