ASEAN-ID Nourish Soroti Pentingnya Gizi bagi Masa Depan Generasi

  • 29 Apr 2026 23:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kota Semarang menjadi tuan rumah forum regional ASEAN–ID NOURISH yang mempertemukan berbagai negara.
  • Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menegaskan pentingnya memastikan akses makanan bergizi bagi siswa sebagai fondasi pendidikan.
  • Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN Kemlu RI, Ina H. Krisnamurthi, menekankan bahwa kerja sama ASEAN harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

RRI.CO.ID, Semarang - Kota Semarang menjadi tuan rumah forum regional ASEAN–ID NOURISH yang mempertemukan berbagai negara. Dalam pertemuan ini membahas program makan sehat di sekolah sebagai bagian dari penguatan sumber daya manusia dan sistem pangan yang tangguh.

Kegiatan yang berlangsung pada 27–29 April 2026 ini diselenggarakan oleh Kementerian Luar Negeri, Badan Gizi Nasional, dan Pemerintah Kota Semarang. Forum ini juga menjadi bagian dari peran Semarang dalam Steering Committee Milan Urban Food Policy Pact (MUFPP) kawasan Asia-Pasifik periode 2026–2028.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menegaskan pentingnya memastikan akses makanan bergizi bagi siswa sebagai fondasi pendidikan. “Kita ingin memastikan tidak ada lagi siswa yang harus belajar dengan perut kosong agar mereka bisa fokus meraih cita-cita,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN Kemlu RI, Ina H. Krisnamurthi, menekankan bahwa kerja sama ASEAN harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat. “Penting untuk menerjemahkan komitmen di tingkat ASEAN menjadi kerja sama praktis dan hasil yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Ina.

Di sisi lain program Makan Bergizi Gratis sebagai langkah strategis, bukan sekadar bantuan sosial. Kata Deputi Penyediaan dan Penyaluran Badan Gizi Nasional, Suardi Samiran pada kesempatan yang sama.

“Dengan memastikan setiap anak memperoleh akses pada makanan sehat dan bergizi di sekolah. Kita sedang meletakkan fondasi bagi generasi yang mampu memimpin, berinovasi, dan bersaing di tingkat global,” ucap Suardi.

Selain diskusi, peserta juga meninjau langsung implementasi program melalui kunjungan ke tiga Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Semarang. Yakni, di Polda Jawa Tengah, Universitas Muhammadiyah Semarang, dan Padalangan.

Adapun Forum ASEAN-ID Nourish diikuti sekitar 120 peserta dari tujuh negara anggota ASEAN, 11 negara mitra, serta perwakilan organisasi internasional dan masyarakat sipil. Forum ini diharapkan memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam pengembangan program makan bergizi dari perspektif kesehatan, pertanian, pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi lokal.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....