Menlu Iran Temui Putin, Bahas Konflik Timur Tengah
- 27 Apr 2026 20:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menlu Iran Abbas Araghchi tiba di St. Petersburg, Senin, 27 April 2026 untuk bertemu Presiden Vladimir Putin.
- Kunjungan Araghchi ini untuk mencari dukungan dari Moskow, karena upaya diplomatik untuk mengakhiri perang antara AS dan Iran terhenti.
- Aragchi mengatakan pertemuannya dengan Putin akan menjadi kesempatan yang baik untuk membahas perkembangan perang dan meninjau situasi terkini.
RRI.CO.ID, St. Petersburg - Menlu Iran Abbas Araghchi tiba di St. Petersburg, Senin, 27 April 2026 untuk bertemu Presiden Vladimir Putin. Kunjungan ini dikonfirmasi juru bicara Kremlin Dmitry Peskov, seperti dikutip kantor berita Tass dalam laporan BBC.
Dmitry Peskov menyatakan bahwa pembicaraan tersebut memiliki arti yang sangat penting dalam melihat perkembangan situasi di sekitar Iran dan kawasan Timur Tengah. Ia menegaskan bahwa dinamika konflik yang terus berkembang membuat dialog itu menjadi sangat krusial.
Kunjungan Abbas Araghchi ke Rusia bertujuan untuk mencari dukungan dari Moskow. Langkah ini dilakukan karena upaya diplomatik untuk mengakhiri konflik antara Amerika Serikat dan Iran saat ini mengalami kebuntuan.
Araghchi menjelaskan bahwa perjalanannya ke Rusia bertujuan memperkuat konsultasi antara Teheran dan Moskow mengenai isu regional dan internasional. Pernyataan itu disampaikan kepada media Iran, seperti dilaporkan Al Jazeera.
Ia mengatakan, pertemuannya dengan Putin akan menjadi kesempatan yang baik untuk membahas perkembangan perang dan meninjau situasi terkini. “Saya yakin bahwa konsultasi dan koordinasi antara kedua negara dalam hal ini akan sangat penting,” ujarnya menambahkan.
Harapan untuk memulai kembali pembicaraan memudar pada Sabtu, 25 April 2026. Ketika Presiden AS Donald Trump membatalkan kunjungan yang direncanakan ke Islamabad, Pakistan, oleh utusannya Steve Witkoff dan Jared Kushner.
Adapun Washington dan Teheran menyepakati gencatan senjata sementara pada 8 April 2026. Setelah lebih dari sebulan pertempuran yang dimulai dengan serangan AS dan Israel terhadap Iran.
Gencatan senjata yang dimediasi Pakistan, sejak itu menjadi tegang akibat perselisihan mengenai pengiriman barang melalui Selat Hormuz dan blokade AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Sementara itu, konflik paralel yang melibatkan Israel dan Lebanon juga mengancam akan mempersulit negosiasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....