Trump Akui Terlambat Sadar saat Insiden Penembakan Terjadi

  • 26 Apr 2026 18:07 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaku sempat tidak menyadari suara tembakan dalam insiden di Gedung Putih.
  • Melania Trump lebih cepat menyadari situasi darurat saat penembakan terjadi di acara resmi.
  • Insiden memicu kepanikan, pelaku berhasil diamankan, dan satu agen selamat berkat rompi antipeluru.

RRI.CO.ID, Washington D.C. - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaku sempat terlambat menyadari insiden penembakan dalam acara makan malam koresponden Gedung Putih. Ia menyebut situasi darurat tersebut lebih dahulu dikenali oleh Ibu Negara Melania Trump.

Trump mengaku awalnya tidak menyadari bahwa suara keras tersebut merupakan bunyi tembakan. Ia mengira suara itu berasal dari benda yang terjatuh di sekitar lokasi acara.

“Saya mendengar suara dan mengira itu suara nampan yang jatuh, tetapi itu adalah suara senjata. Saya memperhatikan apa yang terjadi, mungkin seharusnya saya turun lebih cepat lagi," kata Trump dalam keterangan pers, Sabtu, 25 April 2026.

"Melania sangat sadar tentang apa yang terjadi. Saya pikir dia langsung tahu apa yang sedang terjadi,” ucap Trump.

Peristiwa penembakan terjadi sekitar pukul 20.30 waktu setempat saat acara tengah berlangsung. Suara tembakan mendadak memicu kepanikan di antara ratusan tamu yang hadir di lokasi.

Para tamu yang terdiri dari jurnalis, tokoh publik, hingga selebritas berhamburan mencari perlindungan. Sebagian di antaranya berlindung di bawah meja untuk menghindari potensi bahaya.

Dalam kondisi tersebut, Trump bersama Melania segera dievakuasi oleh aparat Secret Service dari lokasi acara. Langkah pengamanan dilakukan untuk memastikan keselamatan kepala negara dan tamu undangan lainnya.

Pelaku penembakan diidentifikasi sebagai Cole Allen, seorang guru asal California yang membawa sejumlah senjata. Ia disebut berhasil melewati pemeriksaan keamanan sebelum akhirnya melepaskan tembakan.

Meski sempat menembak, pelaku dilaporkan belum sempat mendekati ruangan utama tempat acara berlangsung. “Dia belum (sempat) mendekati pintu ruangan,” ujar Trump.

Dalam insiden tersebut, seorang agen Secret Service dilaporkan terkena tembakan. Namun, korban selamat karena terlindungi rompi antipeluru yang dikenakannya.

“Saya berjuang mati-matian untuk tetap menyelenggarakan acara tersebut,” katabTrump. Namun, aparat keamanan menilai situasi belum kondusif sehingga acara ditunda.

Menanggapi ancaman terhadap keselamatannya, Trump menyebut risiko tersebut merupakan bagian dari tugasnya sebagai presiden. “Ini profesi yang berbahaya. Itu sudah menjadi bagian dari konsekuensi,” ucap Trump.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....