Ini Latar Belakang Pelaku Penembakan Trump

  • 27 Apr 2026 09:43 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Tersangka penembakan Trump merupakan guru berprestasi lulusan Caltech
  • Pelaku membawa senjata api dan pisau saat menerobos pengamanan acara
  • Motif penembakan masih dalam penyelidikan aparat

RRI.CO.ID, Washington DC - Tersangka penembakan dalam acara makan malam wartawan Gedung Putih diketahui merupakan seorang guru berprestasi. Pria bernama Cole Tomas Allen (31) pernah meraih predikat “teacher of the month” pada Desember 2024.

Allen bekerja sebagai pengajar di C2 Education yang merupakan lembaga bimbingan belajar dan persiapan ujian. Dalam profilnya, ia memiliki latar belakang teknik mesin, ilmu komputer, serta pengalaman sebagai pengembang gim independen.

Ia diketahui telah bekerja sebagai guru paruh waktu sejak 2020 sambil mengembangkan minatnya di bidang teknologi. Latar belakang akademik dan profesionalnya membuat banyak orang mengenalnya sebagai sosok cerdas dan berprestasi.

Melansir The Wall Street Journal, penembakan terjadi saat Allen menerobos pos pemeriksaan keamanan di lokasi acara tersebut. Ia kemudian melepaskan tembakan di area jamuan makan malam wartawan Gedung Putih yang sedang berlangsung.

Allen diketahui membawa senapan, pistol, serta beberapa pisau saat insiden terjadi di lokasi acara. Senjata tersebut digunakan saat mencoba masuk ke area yang dijaga ketat oleh petugas keamanan.

Seorang agen Secret Service terkena tembakan, namun selamat karena rompi pelindung menahan peluru tersebut. Agen tersebut segera mendapatkan penanganan medis dan dilaporkan tidak mengalami luka serius akibat kejadian itu.

Donald Trump menyebut pelaku sebagai “serigala tunggal” dan menggambarkannya sebagai sosok yang mengalami gangguan. Ia memastikan pelaku telah ditahan dan tengah menjalani pemeriksaan intensif oleh aparat penegak hukum.

"Dia sudah ditahan dan mereka sedang mengajukan banyak pertanyaan kepadanya. Saya kira saya menjadi target dalam kejadian tersebut," katanya dikutip dari The Wall Street Journal.

Melansir CBS News, tersangka mengaku menargetkan pejabat pemerintahan secara umum dalam aksinya tersebut. Pernyataan itu menunjukkan ia tidak secara khusus menargetkan presiden dalam kejadian tersebut.

Allen merupakan lulusan California Institute of Technology dengan gelar teknik mesin yang diperoleh pada 2017. Ia kemudian menyelesaikan pendidikan magister ilmu komputer di California State University pada tahun 2025.

Rekan-rekannya menggambarkan Allen sebagai sosok pendiam, cerdas, dan memiliki kemampuan akademik tinggi di berbagai bidang. Sejumlah kenalan bahkan menyebutnya hampir jenius dengan kemampuan di bidang sains, matematika, dan biologi.

Catatan menunjukkan Allen tidak memiliki afiliasi partai resmi dalam aktivitas politiknya selama ini. Namun, ia pernah menyumbang 25 dolar AS pada 2024 untuk kandidat presiden melalui platform pendanaan politik.

Ia juga tidak memiliki catatan kriminal dan sebelumnya tidak pernah masuk dalam radar aparat penegak hukum. Kondisi ini membuat banyak pihak terkejut dengan keterlibatannya dalam insiden penembakan tersebut.

Saat ini, Allen menghadapi dua dakwaan terkait penggunaan senjata api dan penyerangan terhadap petugas federal. Ia dijadwalkan menjalani sidang pada Senin setelah sebelumnya sempat menjalani evaluasi di rumah sakit.

Motif penembakan hingga kini belum diungkap oleh pihak berwenang yang menangani kasus tersebut secara resmi. Aparat masih melakukan penyelidikan lanjutan, termasuk penggeledahan rumah tersangka di kawasan California.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....