Indonesia-CERN Tandatangani Perjanjian Kerja Sama, Perkuat Diplomasi Sains
- 26 Apr 2026 22:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Indonesia resmi menandatangani International Cooperation Agreement (ICA) dengan The European Organization for Nuclear Research (CERN).
- Penandatanganan dilakukan secara sirkuler pada 21 April 2026 oleh Direktur Jenderal CERN, Prof. Mark Thomson, dan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Arif Satria.
- Pascapenandatanganan, Kemlu RI akan memimpin pengawalan perundingan protokol turunan ICA, langkah ini bertujuan memastikan kepentingan nasional terakomodasi.
RRI.CO.ID, Jenewa - Indonesia resmi menandatangani International Cooperation Agreement (ICA) dengan The European Organization for Nuclear Research (CERN). Penandatanganan ini dilakukan setelah melalui dua tahun proses negosiasi dan koordinasi lintas lembaga.
Penandatanganan dilakukan secara sirkuler pada 21 April 2026 oleh Direktur Jenderal CERN, Prof. Mark Thomson, dan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Arif Satria. Kesepakatan ini merupakan hasil dari koordinasi intensif antara Kementerian Luar Negeri RI, BRIN, dan CERN, sebagai bagian dari upaya memperluas jejaring riset global Indonesia.
Inisiatif kerja sama ini pertama kali digagas pada November 2023 oleh Pusat Riset Fisika Kuantum BRIN. Perundingan resmi ICA dimulai pada 20 Maret 2024.
Beriringan dengan pembahasan adendum nota kesepahaman terkait Proyek ALICE (A Large Ion Collider Experiment). Yaitu, salah satu eksperimen utama di Large Hadron Collider (LHC) milik CERN. Adendum tersebut berhasil diselesaikan pada Oktober 2025.
Perundingan ICA rampung pada 12 November 2025 dan kemudian memperoleh persetujuan Dewan CERN dalam Closed Council Meeting pada 11 Desember 2025 di Jenewa. Tahapan ini menandai selesainya proses panjang menuju kerja sama formal antara Indonesia dan lembaga riset fisika partikel terbesar di dunia tersebut.
“Science for peace and innovation for prosperity merupakan semboyan yang diusung BRIN dan juga CERN. Kami percaya bahwa kerja sama Indonesia-CERN ini akan membawa manfaat bagi masyarakat dan memperkuat daya saing Indonesia,” kata Deputi Kebijakan Pembangunan BRIN, Nunung Nuryartono.
ICA Indonesia-CERN menjadi tonggak penting dalam diplomasi sains Indonesia. Karena, menyediakan kerangka hukum yang memungkinkan akses lebih luas bagi peneliti, mahasiswa, dan institusi nasional untuk terlibat dalam ekosistem riset CERN.
Pascapenandatanganan, Kemlu RI akan memimpin pengawalan perundingan protokol turunan ICA, langkah ini bertujuan memastikan kepentingan nasional terakomodasi. Termasuk, dalam penguatan kapasitas sumber daya manusia melalui beasiswa, pertukaran peneliti, serta akses strategis ke fasilitas dan proyek penelitian CERN.
Kerja sama ini juga mencerminkan peran aktif diplomasi Indonesia dalam menjembatani kepentingan ilmiah nasional dengan kerangka hukum internasional. Dengan terwujudnya ICA, Indonesia semakin memperkuat posisinya sebagai mitra strategis dalam pengembangan ilmu pengetahuan global serta membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dengan institusi riset terkemuka dunia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....