Risiko Nuklir Meningkat, Indonesia Dorong Komitmen Global di Forum Jakarta
- 21 Apr 2026 22:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Dinamika keamanan global saat ini menuntut peninjauan ulang terhadap pendekatan yang masih bertumpu pada penangkalan nuklir.
- Traktat Pelarangan Senjata Nuklir (TPNW) dinilai tidak hanya memperkuat rezim perlucutan senjata.
- Penyelenggaraan forum ini juga menjadi bagian dari upaya membangun momentum menjelang Review Conference ke-11 Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT) akhir bulan ini.
RRI.CO.ID, Jakarta - Dinamika keamanan global saat ini menuntut peninjauan ulang terhadap pendekatan yang masih bertumpu pada penangkalan nuklir. Demikian kata Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kemlu RI, Tri Tharyat saat menghadiri konferensi regional Asia-Pasifik membahas pelarangan senjata nuklir.
“Dalam konteks tersebut, Traktat Pelarangan Senjata Nuklir (TPNW) dinilai tidak hanya memperkuat rezim perlucutan senjata. Tetapi juga menempatkan aspek kemanusiaan sebagai dasar keamanan,” ujar Tri dalam konferensi yang berlangsung Jumat, 17 April 2026 di Jakarta.
Secara khusus, Tri Tharyat, menilai konferensi ini berlangsung pada momentum krusial, ketika ketegangan geopolitik mendorong meningkatnya risiko penggunaan senjata nuklir. “Bagi Asia-Pasifik, senjata nuklir bukan ancaman yang jauh, melainkan tantangan keamanan yang nyata dan terus berkembang,” ucapnya.
Konferensi diselenggarakan Indonesia bersama bersama Austria, International Campaign to Abolish Nuclear Weapons (ICAN), dan International Committee of the Red Cross (ICRC). Forum bertajuk Asia-Pacific Regional Conference on the Treaty on the Prohibition of Nuclear Weapons (TPNW) and Security Concerns related to Nuclear Weapons diikuti perwakilan lebih dari 20 negara serta organisasi internasional.
Konferensi ini membahas persepsi ancaman serta risiko senjata nuklir di kawasan. Sekaligus mendorong langkah konkret untuk mempercepat implementasi dan universalisasi TPNW di Asia-Pasifik, yang tingkat partisipasinya masih terbatas.
Penyelenggaraan forum ini juga menjadi bagian dari upaya membangun momentum menjelang Review Conference ke-11 Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT) akhir bulan ini. Serta, Review Conference pertama TPNW pada akhir 2026.
Dalam pertemuan tersebut, para peserta menegaskan kembali senjata nuklir membawa ancaman bencana kemanusiaan dan lingkungan yang melampaui batas negara dan generasi. Indonesia sendiri telah mendukung TPNW sejak proses perundingannya pada 2017.
Melalui konferensi ini, Indonesia kembali menegaskan komitmennya untuk berperan aktif dalam upaya pelucutan senjata nuklir global. Serta, menjaga keamanan dan perdamaian internasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....