Almarhum Praka Rico Sempat Dirawat Intensif di RS St. George Beirut

  • 25 Apr 2026 01:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Prajurit Kepala (Praka) asal Indonesia, Rico Pramudia meninggal dunia setelah menjalani perawatan akibat luka parah yang dideritanya.
  • Prajurit TNI AD itu gugur setelah menjalani perawatan intentensif gampir satu bulan di rumah sakit St. George di Beirut, Lebanon.

RRI.CO.ID, Jakarta - Prajurit Kepala (Praka) asal Indonesia, Rico Pramudia meninggal dunia setelah menjalani perawatan akibat luka parah yang dideritanya. Prajurit TNI AD itu gugur setelah menjalani perawatan intentensif gampir satu bulan di rumah sakit St. George di Beirut, Lebanon.

“Gugurnya Praka Rico Pramudia dalam pelaksanaan misi perdamaian dunia bersama UNIFIL di Lebanon Selatan menjadi duka yang mendalam. Almarhum wafat setelah menjalani perawatan akibat luka yang dialami dalam penugasan,” tulis Kemenhan dikutip di Jakarta, Jumat 24 April 2026.

Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI, Aulia Dwi Nasrullah, menjelaskan Praka Rico merupakan satu dari tiga prajurit yang terluka akibat serangan di Lebanon pada Maret lalu. Selain Rico, dua prajurit lain yakni Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan mengalami luka ringan dan telah mendapatkan penanganan medis.

Menurut Aulia, para prajurit mengalami luka setelah pos kontingen Indonesia di Adshit al-Qusyar, Lebanon Selatan, terkena serangan artileri pada akhir Maret. Dalam peristiwa yang sama, Praka Farizal Romadhon gugur akibat serangan langsung di lokasi kejadian.

Usai mengalami luka berat, Rico segera dievakuasi menggunakan helikopter ke Rumah Sakit di Beirut, Lebanon. Guna mendapatkan perawatan intensif.

Setelah beberapa pekan menjalani perawatan, Praka Rico akhirnya dinyatakan gugur di rumah sakit. Kepergian almarhum menambah daftar prajurit Indonesia yang gugur dalam menjalankan misi perdamaian dunia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....